Guna mewujudkan peningkatan pembangunan di sektor pendidikan secara khusus di lembah Grime SMP N 1 Nimboran. Tampak suasana ceria sekolah tersebut. (Humas PGRI Kabupaten Jayapura)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Guna mewujudkan peningkatan pembangunan di sektor pendidikan secara khusus di lembah Grime SMP N 1 Nimboran bercita-cita akan menjadi salah satu Satuan Pendidikan yang kedepan akan menjadi pilot projet (Percontohan) bagi satuan-satuan pendidikan lain yang berada di lembah Grime Kabupaten Jayapura itu.

Sekolah SMP N 1 Nimboran, Hariyanto, M.Pd, dalam suasana kegiatan bersama para guru. (Humas PGRI Kabupaten Jayapura)

Hal tersebut disammpaikan Kepala Sekolah SMP N 1 Nimboran, Hariyanto, M.Pd ketika dihubungi via telpon selulernya pada Senin 10 Februari 2019 kemarin usai merayakan HUT Ke-38 SMP yang baru 4 bulan dipimpinnya itu.

“Kami memiliki target bagaimana bisa menjadikan SMP N 1 Nimboran ini sebagai pilot projetnya semua satuan pendidikan yang berada di lembah Grime ini,” ujar pria yang gemar humor ini.

Disinggung bagaimana strategi yang akan dilakukannya untuk mewujudkan niatnya bersama para guru itu, Haryanto menjelaskan bahwa salah satu cara yang akan dilakukan yakni dengan pendekatan budaya mutu, artinya siswa diberikan pembiasaan untuk melakukan sesautu hal baik berupa pendidikan ilmu pengetahuan, ketrampilan dan pendidikan penguatan karakter.

Tampak Siswa Sekolah SMP Negeri 1 Nimboran, dalam sebuah karya dan aktivitas. (Humas PGRI Kabupaten Jayapura)

Haryanto mencontohkan,  hal yang sederhana adalah membiasakan siswa untuk membuang sampah pada tempatnya, sehingga dengan kebiasaan yang baik ini maka dimanapun siswa tersebut berada dia akan membuang sampah pada tempatnya dengan kesadaran sendiri tanpa perintah dari orang lain ataupun berpura-pura berlaku baik di depan orang lain.

“Contoh sederhana adalah kita membiasakan siswa untuk membuang sampah pada tempatnya dengan demikian dimanapun siswa tersebut berada maka dia tetap akan melakukan hal tersebut karena sudah menjadi kebiasaannya,” tambahnya lagi.

Menurut Haryanto hal tersebut sengaja dilakukannya mengingat saat ini SMP N 1 Nimboran telah berada pada usia yang dewasa yakni 38 Tahun itu artinya sekolah sudah harus mandiri dan menjadi contoh bagi sekolah lain.

Sekedar diketahui dalam seremonial peringatan HUT SMP N 1 Nimboran ada beberapa kegiatan yang menjadi kesan tersendiri yakni para wali kelas memberikan suapan kue ultah pada masing-masing anak didiknya juga antara guru dan guru, serta guru dan kepala sekolah.

Hal ini sengaja dilakukan sebagai perwujudan ikatan tali kasih sayang antara guru dan siswa, serta sesama guru dan pimpinan, dimana makna sesungguhnya adalah sebuah keharmonisasian diharapkan menjadi dasar untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita besar para punggawa SMP N 1 Nimboran itu. (Humas PGRI Kab Jayapura)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here