JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Mulai Tahun 2019, ada pertentangan dan keberpihakan  atas pembagian suplemen Purtier Placenta oleh pengurus KPA Provinsi Papua, di karena kan ada pihak melakukan pemeriksaan terhadap Jhon Manangsang, salah satu member PT Riway International selaku distributor produk Purtier Placenta.

Nama KPA Provinsi Papua pun dikait-kaitkan, sehingga Ketua Harian KPA Provinsi Papua, Yanuel Matuan yang membuat program pembagian Kapsul Purtier Placenta kepada para pengidap HIV AIDS di Papua, juga dipangil untuk diperiksa terkait peredaran produk Purtier Placenta di Papua.

Menyangkut kejadian di atas maka, Ketua KPA Provinsi Papua pun angkat bicara. Dia  menegaskan bahwa program yang dilaksanakan sejak dilantik Gubernur Papua Lukas Enembe pada 20 Desember lalu adalah sebagai upayanya dalam menerjemahkan perintah Gubernur saat pelantikan, yaitu “Selamatkan yang sisa dari yang tersisa”.

“Kami diperintah langsung oleh bapak Gubernur, bahasanya sederhana saja. Beliau katakan, bahwa setiap tahun angka HIV selalu tinggi, tidak pernah ada turun, tapi Dinas Kesehatan merilis naik terus. Sehingga Bapak Gubernur perintahkan kami untuk selamatkan yang sisa dari yang tersisa,” ungkapnya saat menggelar jumpa pers di Kantor KPA Provinsi Papua, Selasa (4/2/2020).

Pria yang akrab dipanggil Pak Yan tersebut, menerjemahkan perintah Gubernur tersebut untuk menyelamatkan orang-orang yang sudah terinveksi HIV AIDS dari penderitaan panjangnya.

“Kalau dikaitkan dengan Purtier Placenta, itu benar ya. Program KPA hari ini dua saja, yaitu pertama kita membeli Purtier Placenta kemudian memberi kepada pasien secara gratis,” ujarnya.

Selain itu KPA Papua juga membagikan insentif dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 500 ribu kepada para pasien ODHA.

“Mengapa kami membeli Purtier Placenta? Pertama, itu semacam vitamin atau nutrisi,” jelasnya yang juga mengatakan bahwa hal itu merupakan jawaban dari keluhan para ODHA di Papua. “Kalau pasien bilang ini cocok, nah itu kita beli, kita kasih dan makan. Jadi itu saja,” sambungnya.