Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, dan Kepala Kantor Kemenag Keerom, Karel Mambay, SE, MPd.K, saat menghadiri HUT PI ke-165 serta pentahbisan Gereja GKI Maranatha di Kampung Yabanda, Rabu (05/02/20). (Arief / lintaspapua.com)

Jemaat Bakal Klasis Keerom Akhirnya Miliki Gereja, Pentabisan Dilakukan Wabup Keerom

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Warga Keerom sebagai warga Kabupaten Perbatasan juga melaksanakan ibadah syukur dalam rangka HUT Pekabaran Injil ke-165 yang jatuh pada tanggal 5 Februari kemarin. Pada kesempatan tersebut, warga tapal batas menggelar ibadah syukur di dua tempat yaitu di Kampung Yabanda, Distrik Yaffi dan Kampung Amyu, Distrik Arso Timur.

Pada kegiatan Ibadah Syukur di Kampung Yabanda, Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, hadir dan mengikuti kegiatan ibadah sekaligus pentahbisan Gereja GKI Maranatha yang juga peresmian gereja bakal klasis GKI Senggi tersebut.

Kegiatan HUT PI tahun 2020 yang mengambil tema ‘’Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan injil’’ juga dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kab. Keerom, Karel Mambay, SE, MPdK, dari BP AM Sinode GKI, Pdt. Abraham Abisai, MTh, Wakil Ketua I DPRD Keerom, Syahabuddin, SP, MSi, Ketua FKUB Keerom, H. Nursalim Ar-rozy, Ketua Dekenat Keerom, RP. Krispinus Bidi, SVD, Ketua Panitia Pembangunan Gereja, Yahya Sauri, Kapolsek Senggi, Ipda Taufik, dan tamu undangan lainnya.

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan kali ini pada tanggal 5 Feb adalah karena kehendak Tuhan, maka ia berharap para jemaat dan umat kristiani memaknai HUT PI kali ini untuk menjadikan injil masuk dan menjadi nafas dalam kehidupan umat Kristen di Papua.

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan kali ini pada tanggal 5 Februari adalah karena kehendak Tuhan, maka ia berharap para jemaat dan umat kristiani memaknai HUT PI kali ini untuk menjadikan injil masuk dan menjadi nafas dalam kehidupan umat Kristen di Papua. (Arief / lintaspapua.com)

‘’GKI bersama-sama dengan gereja Katholik, Kingmi dan lainnya adalah gereja pelopor yang membawa terang Tuhan di wilayah perbatasan. Di usia 165 tahun ini mari jadikan injil sebagai nafas dalam kehidupan masyarakat di Papua. Marilah kita bangun komunikasi yang baik antara pemerintah dan pihak gereja untuk meningkatkan penatalayanan kepada umat, karena kehadiran pemerintah bagi gereja adalah bagian dari tugas-tugas pelayanan umum kepemerintahan,’’ungkapnya.

Ia berharap HUT PI bukan hanya menjadi sekadar acara seremonial tetapi umat menjadikan injil sebagai nafas kehidupannya. Pembangunan gereja harus dibarengi dengan peningkatan kualitas iman dan peningkatan kualitas ibadah umat di gereja.

Sementara Pdt. Abraham Abisai, MTh, dari BP AM Sinode GKI di Tanah Papua, mengemukakan bahwa kegiatan hari ini bukan semata HUT PI namun juga untuk mengucap syukur bahwa injil itu boleh diberitakan di tanah Papua selama 165 tahun dan gereja bisa melaksanakan pelayanannya di tanah Papua.

‘’Perubahan itu kita mulai dari gereja, dengan usia 165 tahun ini kita tandai dengan perubahan dari diri kita, peresmian gereja ini menandai bahwa perubahan mulai dari gereja. Maka saya harap pembangunan gereja ini juga diikuti sengan semangat ibadah jemaat setiap minggu,’’pesannya.

Sementara Ketua Panitia Pembangunan Gereja Maranatha Yabanda, Yahya Sauri, mengemukakan bahwa ide yang ia lakukan datang dari roh Tuhan yang mengggerakkan hatinya untuk membangun gereja.

‘’Waktu awal kita mau membangun gereja, ada yang bilang kita tak punya uang untuk membangun gereja, namun hari ini kita buktikan bahwa bangun gereja bukan butuh uang tapi butuh iman. Bahkan kita awal membangun gereja ini dari berburu dan memulai dengan uang 16 juta, namun setelah saya hitung yang saya ingat kita tekah menghabiskan dana sedikitnya Rp. 586 juta,’’ungkapnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang membantu hingga terselesaikannya pembangunan gereja Maranatha Bakal Klasis GKI Senggi. Kegiatan juga diwarnai pemberian bantuan berupa kidung jemaat, alkitab, injil rohani dan lainnya, yang dilakukan Wakil Bupati Keerom kepada pihak gereja disaksikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Keerom. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here