JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Badan Pusat Statistik (BPS) Papua mmerilis Nilai Tukar Petani (NTP) Bumi Cenderawasih pada Januari 2020, turun -0,01 persen dengan indeks NTP sebesar 101,55.

Menurut Kepala BPS Papua, Simon Sapary, penurunan terjadi karena kenaikan indeks harga dibayar petani () lebih besar dari indeks harga diterima petani ().

Hal demikian disampaikan Simon Sapary dalam satu kesempatan di Jayapura, Selasa.

Menurut dia, dari 34 provinsi, sebanyak 33 mengalami inflasi perdesaan dan 1 provinsi mengalami deflasi perdesaan.

“Inflasi pedesaan tertinggi terjadi di NAD yaitu sebesar 1,48 persen dan inflasi terendah terjadi di Papua Barat sebesar 0,39 persen. Deflasi perdesaan terjadi di Sulawesi Tenggara yaitu turun sebesar -0,003 persen”.

“Sementara di pedesaan Papua pada Januari 2020 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,69 persen,” ujarnya.

Diketahui, NTP Provinsi Papua bulan Januari 2020 menurut subsektor yaitu, NTP Subsektor Tanaman Pangan 101,13; NTP Subsektor Hortikultura 95,58; NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat 95,15; NTP Subsektor Peternakan 109,25 dan NTP Perikanan 111,24.

Lebih lanjut, NTP subsektor Perikanan dirinci menjadi NTP Perikanan Tangkap 111,86 dan NTP Perikanan Budidaya 100,82.

Sementara dari 34 provinsi yang dilakukan penghitungan NTP pada Desember 2019 menunjukkan bahwa 24 provinsi mengalami peningkatan NTP sementara 10 provinsi lainnya mengalami penurunan.

Dimana Riau tercatat mengalami kenaikan NTP tertinggi yaitu 5,59 persen dan NAD tercatat mengalami penurunan terbesar yaitu sebesar -0,97 persen. (win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here