Kantor Dinkes dan RSUD Kwaingga yang dipalang perawatnya serta suasana RDP antara perawat-perawat RSUD Kwaingga dengan DPRD Kabupaten Keerom, Senin (03/02/20) kemarin. (Arief / lintaspapua.com)

Dalam RDP dengan DPRD Keerom, Mereka Keluhkan Perlakuan Dinkes Keerom

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Akibat merasa nasib mereka yang tak menentu menyusul pemutusan kontrak sepihak oleh Dinkes, maka perawat-perawat RSUD Kwaingga melakukan pemalangan RSUD Kwaingga dan Kantor Dinkes Keerom pada Senin (03/02/20) kemarin.

Akibat merasa nasib mereka yang tak menentu menyusul pemutusan kontrak sepihak oleh Dinkes, maka perawat-perawat RSUD Kwaingga melakukan pemalangan RSUD Kwaingga dan Kantor Dinkes Keerom pada Senin (03/02/20) kemarin. (Arief / lintaspapua.com)
Pemalangan RSUD dan Dinkes Keerom dimulai sejak pukul 07.00 WIT. Namun karena menyangkut kepentingan dan pelayanan masyarakat maka aparat kepolisian setelah melakukan negosiasi dengan perawat akhirnya RSUD Kwaingga dibuka sekitar pukul 09.00 WIT, sementara Dinkes Keerom masih dipalang hingga siang kemarin. (Arief / lintaspapua.com)

Pemalangan RSUD dan Dinkes Keerom dimulai sejak pukul 07.00 WIT. Namun karena menyangkut kepentingan dan pelayanan masyarakat maka aparat kepolisian setelah melakukan negosiasi dengan perawat akhirnya RSUD Kwaingga dibuka sekitar pukul 09.00 WIT, sementara Dinkes Keerom masih dipalang hingga siang kemarin.

Akhirnya para perawat RSUD Kwaingga dalam memperjuangkan nasibnya menemui DPRD Keerom sekitar pukul 10.00 WIT. Mereka akhirnya ditemui 11 anggota DPRD Keerom, diantaranya Ketua DPRD Keerom, Bambang Mujiono, Ketua Komisi A, Iwan Siswanto, Ketua Komisi C, Bonefasius Moenda dan lain-lain.

Pada kesempatan tersebut salah seorang perawat mengadukan bahwa penyebab dari mereka melakukan pemalangan karena beberapa hal. Diantaranya proses pemutusan kontrak sepihak yang semena-mena dari Dinkes, proses rekrutmen yang tidak transparan, dan prosedur penerimaaan yang cacat secara administrasi serta tidak tranparan.

Salah seorang perawat di bidang administrasi, mengemukakan bahwa pemutusan kontrak yang dilakukan Dinkes tidak menjelaskan tentang kenapa dilakukan pemutusan kontrak dan berapa tenaga kontrak yang dipertahankan. Hal ini berujung pada 17 tenaga kontrak yang tak diperpanjang kontraknya.

Akhirnya para perawat RSUD Kwaingga dalam memperjuangkan nasibnya menemui DPRD Keerom sekitar pukul 10.00 WIT. Mereka akhirnya ditemui 11 anggota DPRD Keerom, diantaranya Ketua DPRD Keerom, Bambang Mujiono, Ketua Komisi A, Iwan Siswanto, Ketua Komisi C, Bonefasius Moenda dan lain-lain. (Arief / lintaspapua.com)

‘’Dalam proses ini, kami mendapati bahwa 17 perawat yang diputus dan tidak diperpanjang adaklah 2 anak asli Keerom dan lainnya perawat yang lahir dan besar di keerom, mereka pun diganti dengan perawat baru yang justru tak tinggal di Keerom,’’ujarnya.

Selain itu pada proses seleksi, perawat hanya dilakukan seleksi pemberkasan administrasi dan wawancara umum. ‘’Tak jelas bagaimana kriteria dan tak dilakukan tes kompetensi, tapi hasil tiba-tiba keluar dalam bentuk sms dan WA, sehingga kami merasa ada tidak tranparansi dalam proses ini dan cacat administrasi,’’ujarnya.

Sementara itu dalam kesempatan berikut seorang bidan mempertanyakan mengapa mereka tak diperpanjang kontrak sementara telah melaksanakan tugas sudah lebih 2 tahun dan STR masih berlaku.

Atas permasalahan yang disampaikan  perawat maka Sekretaris Dinkes, Frangklin Uriager menjelaskan bahwa pada proses rekrutmen, ia sebagai Ketua Panitia, namun tak mengerti bagaimana proses penentuan perawat yang diperpanjang kontraknya dan mana yang tidak diperpanjang.

Atas permasalahan tersebut, Ketua DPRD Keerom, Bambang Mujiono, Ketua Komisi A, Iwan Siswanto dan ketua Komisi C, Boni Muenda, akhirnya bersepakat untuk membantu menjernihkan masalah tersebut, dengan akan memanggil pihak terkait.

‘’Kami akan memanggil Dinkes terkait keluhan ini, permasalahan ini di DPRD ujungnya adalah dua yaitu masalah peraturan perundangan dan masalah ketersediaan anggaran. Makanya kita hadirkan saat ini Ketua Komisi A yang akan meneliti tentang peraturan terkait pemutusan kontrak dan pengangkatan kontrak perawat yang baru, selanjutnya kita akan bersama-sama memutuskan untuk melihat apakah ini ada kaitan dengan ketersediaan anggaran untuk jumlah perawat yang ada dan kita sepakat bahwa anak asli Keerom dan perawat yang lahir, besar dan tinggal di Keerom yang akan diutamakan dipekerjakan di RSUD keerom,’’pungkasnya. (arief/lintaspapua.com)

3 KOMENTAR

  1. Trm kasih kaka Arif Nugroho, sblmnya maaf isi berita ini kurang, sya tmbhkn sdikit “pemalangan ini atas prmintaan Ondoafi Arso (Robi Borotian dn Anamaria Borotian) dn mengetahui Dewan Adat Keerom, surat masuk ke Polres dn Koramil juga ttd Dewan Adat. Terkait permasalahan yg trjadi di lingkup Dinas Kesehatan membuat mereka ambil langkah lebih karena ada 2 anak asli Keerom yg trsingkir trmasuk anak lahir besar Keerom, tanpa melihat latar belakang suku dn agama, hati mereka sangat mulia, mereka berdampingan dgn kami layaknya anak2 asli Keerom, hal ini mencitrakan kepedulian, keberagaman, pemberdayaan masyarakat Keerom secara luas dn Kasih tanpa pandang buluh.
    Terima kasih..

    Tamne Yisan Kefase

    • Terimakasih atas responnya. maaf jika masih kurang data yang menjelaskan, namun telah ditambahkan salam hormat dan Tuhan memberkati.

      Tertanda
      Redaksi LintasPapua.Com

  2. Trm kasih Saudara Arif Nugroho, sblmnya maaf isi berita ini kurang, sya tmbhkn sdikit “pemalangan ini atas prmintaan Ondoafi Arso (Robi Borotian dn Anamaria Borotian) dn mengetahui Dewan Adat Keerom, surat masuk ke Polres dn Koramil juga ttd Dewan Adat. Terkait permasalahan yg trjadi di lingkup Dinas Kesehatan membuat mereka ambil langkah lebih karena ada 2 anak asli Keerom yg trsingkir trmasuk anak lahir besar Keerom, tanpa melihat latar belakang suku dn agama, hati mereka sangat mulia, mereka berdampingan dgn kami layaknya anak2 asli Keerom, hal ini mencitrakan kepedulian, keberagaman, pemberdayaan masyarakat Keerom secara luas dn Kasih tanpa pandang buluh.
    Terima kasih..

    Tamne Yisan Kefase

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here