Ditreskrimsus Polda Papua Amankan BBM Jenis Solar dan Premium Serta 200 Liter Avtur. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal (kiri)saat menunjukan foto BBM. (Gracio / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Puluhan liter Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dan Premium serta 200 liter Avtur yang hendak diangkut ke Kabupaten Yahukimo diamankan Direktorat Reserse dan Kriminal Khsusus (Ditreskrimsus) Polda Papua, Senin, (3/2/2020).

 

BBM ini hendak diberangkatkan menggunakan kapal LCT. Sukses Nusantara 07 di Pelabuhan Rakyat Pomako Timika Kabupaten Mimika. Saat ditangkap Kapal tersebut tidak dilengkapi ijin usaha pengangkutan bahan bakar minyak.

 

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal kepada wartawan di Mapolda Papua,  mengatakan,  Tim penyelidik Subdit IV Tipidter menemukan adanya sebuah Kapal LCT (Landing Craft Tank) yaitu LCT. Sukses Nusantara 07 yang memuat sejumlah Bahan Bakar Minyak Jenis Avtur, Premium dan Solar tanpa dilengkapi dengan ijin usaha pengangkutan BBM.

 

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan pemeriksaan dokumen diketahui BBM jenis premium, solar dan Avtur tersebut akan dibawa menuju Yahukimo yang diperuntukkan untuk APMS ( Agen Premium dan Minyak Solar ) dan Penerbangan Perintis Asean One Air di Yahukimo,” ungkap Kamal.

 

Kapal LCT. Sukses Nusantara 07 kata Kamal, telah berulangkali melakukan Usaha Pengangkutan BBM Jenis Premium, Solar dan Avtur tersebut berdasarkan Surat Ijin Berlayar dengan daftar lampiran muatan BBM Jenis Premium, Solar dan Avtur dan keterangan Nakhoda beserta Mualim Kapal LCT. Sukses Nusantara 07.

 

Dalam kasus tersebut, Polisi  berhasil mengamankan, barang bukti berupa, AVTUR sejumlah 132 drum kapasitas 200 liter per drumnya sehingga ditotalkan 132 x 200 = 26.400 (Dua Puluh Ribu Enam Ratus) liter atau 26,4 Kiloliter.

 

“Sedangkan Premium berjumlah 22 Kiloliter ditampung pada tangki depan sebelah kiri dan kanan dek kapal, dan Solar berjumlah 8 Kiloliter yang ditampung pada tangki belakang dek kiri kapal,” katanya.

 

Dijelaskan, aaat ini tim Penyidik telah memintai keterangan terhadap sembilan orang saksi namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

 

Saat dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik sambung Kamal, Kapal LCT. Sukses Nusantara 07 tidak dilengkapi atau memiliki Ijin Usaha Pengangkutan BBM mengingat Kapal LCT Sukses Nusantara 07 melakukan usaha pengangkutan  BBM ke Yahukimo dengan mendapat profit dari pemilik BBM.

 

Ditambahkan, berdasarkan ketentuan dalam undang-undang No.22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi bagi Badan Usaha yang melakukan kegiatan Usaha Pengangkutan BBM wajib memiliki surat ijin usaha pengangkutan BBM, “sehingga diduga melanggar pasal 53 huruf b dan atau d jo pasal 23 ayat (2) UU,” tutup Kamal. (Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here