Sesepuh NU, Ust. Nur Salim dan Sahabat Banser NU melakukan foto bareng bersama pelaku bullying dan kesatuannya di Rindam XVII/Cenderawasih usai melakukan Tabayyun belum lama ini. (Arief / lintaspapua.com)

Ust. Nur Salim Minta Pengguna Medsos, Bijak Dalam Mengeluarkan Statemen

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Menyikapi bullying yang dialamatkan kepada berita tentang Kegiatan Diklatsar Banser NU, maka sesepuh dan pendiri NU Kabupaten Keerom, Ust. Nur Salim Ar-rozy bersama pelatih sahabat Banser, Ahmad Muhajir, melakukan Tabbayun atau klarifikasi kepada seorang pelaku bullying tersebut.

Kegiatan Diklatsar Banser NU Kabupaten Keerom. (Arief / lintaspapua.com)
Kegiatan Diklatsar Banser NU Kabupaten Keerom. (Arief / lintaspapua.com)

Pelaku bullying tersebut yaitu Sertu Danang Budi Utomo, ternyata anggota Rindam XVII/Cenderawasih yang berlokasi di Sentani. Karenanya sesepuh dan Sahabat Banser NU Kabupaten Keerom melakukan tabbayun dengan pelaku disaksikan Danlat Secaba Rindam XVII/Cenmderawasih, Letkol. Situmeang dan para perwira di Sentani, Kab. Jayapura, belum lama ini (29/01/20).

Sesepuh dan pendiri NU Keerom, Ust. Nur Salim, mengemukakan bahwa dalam tabbayun tersebut, pelaku bullying, Sertu Danang budi utomo menyatakan permohonan maaf atas statement-statemennya terhadap berita kegiatan Diklatsar Banser NU Keerom di media lintaspapua.com yang diposting di Grup FB Arso, belum lama ini.

‘’Dari tabbayun yang kami lakukan akhirnya pelaku bullying yaitu saudara Danang Budi Utomo, mengakui kesalahan dari statemen-statemennya yang disebabkan ketidaktahuannya tentang Banser NU juga ketidakpahaman yang bersangkutan tentang sejarah Banser NU. Kami akhirnya mencapai kesepakatan agar masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan dan yang bersangkutan berjanji tidak akan melakukan kesalahan serupa kedepannya,’’ungkapnya kepada lintaspapua.com, Minggu (2/2/2020) hari ini.

Sesepuh NU, Ust. Nur Salim dan Sahabat Banser NU melakukan foto bareng bersama pelaku bullying dan kesatuannya di Rindam XVII/Cenderawasih usai melakukan Tabayyun belum lama ini. (Arief / lintaspapua.com)

 

Sementara itu, Danang Budi Utomo, kepada lintaspapua.com mengemukakan bahwa dalam kasus ini, dirinya meminta maaf kepada Banser, GP Anshor dan PC NU Kabupaten Keerom. Karena, menurutnya, komentar melalui potingannya di grup FB Arso, semata-mata ketidaktahuannya atas kiprah Banser dan NU di Indonesia.

‘’Atas nama pribadi saya dan keluarga mohon maaf kepada semua NU, Banser dan GP Anshor, saat ini saya silaturahmi ke rumah sesepuh NU, bpk. Nur Salim, dan telah membuat pernyataan untuk memohon maaf dan berjanji tidak mengulangi hal ini. Postingan saya selama ini mengenai Banser NU semata-mata ketidaktahuan saya terhadap Banser dan NU di Indonesia termasuk di Keerom. Saya juga berharap para penggiat medsos untuk tidak berkomentar terhadap hal-hal yang tak diketahuinya agar tidak terjadi hal seperti ini,’’pesannya.

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, saat menghadiri dan membuka kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar Bantuan Ansor Sebaguna (Diklatsar Banser) di Ponpes Nurut Taqwa, Jaifuri, kemarin (25/01/2020). Tampak saat foto bersama. (Arief / lintaspapua.com)

Sedangkan Ketua GP Anshor Kabupaten Keerom, Muhamad Isroni, mengemukakan bahwa pihaknya telah memaafkan yang bersangkutan, karena ketidakpahaman yang bersangkutan. Namun dia berharap hal ini jadi pelajaran semua pihak agar bijak dalam melakukan postingan terhadap hal apapun yang ada di Medsos. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here