Delapan Kampung di Arso Barat Mulai Laksanakan Musrembang

0
552
Suasana Kegiatan Musrenbang Distrik. (Arief / lintaspapua.com)

Delapan Kampung di Arso Barat Mulai Laksanakan Musrembang

KEEROM (LINTAS PAPUA) –  Kadistrik Arso Barat, Muchlis Sawaki, SH, mengemukakan bahwa delapan kampung yang ada di bawah Distrik Arso Barat, sudah memulai tahapan Musrembang Kampung sebagai satu tahapan perencanaan pembangunan.

Kadistrik Arso Barat, Muchlis Sawaki, SH saat diwawancara di ruang kerjanya, belum lama ini. (Arief / lintaspapua.com)

‘’Sejak tanggal 15 Januari 2020 kemarin telah dimulai Musrembang Kampung dari kampung Dukwia, selanjutnya kampung Sanggaria (20/1), Yammua (21/1), Warbo (22/1), Ifia-fia (27/2), Yaturaharja (28/1), Baburia (30/1) dan terakhir Kampung Yowong (30/1),’’ungkapnya kepada media ini di ruang kerjanya, kemarin.

Ia mengemukakan dari beberapa Musrembang dari kampung yang telah melaksanakan, maka ia sebagai Kadistrik turut menghadiri dan memberikan arahan tentang arah kebijakan pembangunan Kabupaten Keerom yang nantinya dimulai perencanaannya di tingkat kampung.

‘’Saya melihat semua kampung dan kepala kampung telah memahami dan mengetahui konsep perencanaan pembangunan dari Musrembang yang digalar dan menyambung dengan visi dan misi Pemkab Keerom, bahkan nyambung sekali menurut saya, karena konsepnya kan pembangunan untuk masyarakat di kampung juga, untuk mereka juga,’’lanjutnya.

Pada kesempatan Musrembang, Kadistrik menekankan agar perencanaan pembangunan memperhatikan tentang beberapa hal. ‘’Saya berpesan agar masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap pembangunan, saya tekankan bahwa kesehatan khususnya balita adalah hal penting karena ini sebagai dasar dari pembangunan SDM. Saya juga sarankan mereka untuk membahas tentang kemungkinan pengaspalan jalan kampung di seluruh kampung di arso barat,’’tambahnya.

Selain itu ia meminta agar kepala kampung juga menjaga hubungan baik dengan masyarakatnya. Juga meminta agar setiap usulan yang disampaikan ke pemerintah lebih terinci dan spesifik. ‘’Hendaknya usulan menyangkut infrastruktur juga lebih spesifik diarahkan ke SKPD mana misalnya ke Dinkes, PUPR atau lainnya. Meskipun saya juga melihat bahwa usulan-usulan mereka banyak juga yang sudah bisa dikover dengan DD (dana desa) atau ADD (alokasi dana desa),’’ujarnya lagi.

Kadistrik mengemukakan bahwa dari usulan yang disampaikan di Musrembang oleh masyarakat melalui RT dan RW-nya masing-masing selanjutnya dibahas oleh tim yang dibentuk kampung untuk lebih rinci dalam pengusulan termasuk menyangkut besaran atau plafon dana yang dibutuhkan dan alamat jelas kepada SKPD yang dimaksud.

‘’Saya berharap setelah ini jelas mana yang akan dibiayai DD atau ADD dan mana yang diusulkan ke kabupaten, besar harapan kita bila ada perubahan di tingkat kabupaten, usulan – usulan kampung ini saya harap bisa diakomodir minimal 50 persen, biar masyarakat kampung juga semangat,’’ujarnya.

Selanjutnya setelah kedelapan kampung melakukan Musrembang, maka pihak Distrik Arso Barat merencanakan menggelar Msurembang tingkat Distrik pada 6 Februari mendatang. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here