Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro, secara simbolis menyerahkan bantuan dana tunggu hunian (DTH) kepada warga korban banjir bandang dan longsor, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, pekan kemarin. (Irfan / lintaspapua.com)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pemerintah pusat melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura telah menyiapkan dana untuk masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor pada Bulan Maret 2019 lalu. Dana tunggu hunian (DTH) itu nantinya akan diberikan kepada warga pemilik rumah yang masuk dalam kategori rusak berat dengan nominal Rp 500 ribu per kepala keluarga.

Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro mengatakan, dana tunggu hunian atau dana stimulan itu diberikan terhadap korban banjir bandang dan longsor dengan kategori kerusakan berat. Mereka meendapatkan alokasi bantuan dana stimulan yang disiapkan dari pemerintah pusat melalui Pemerintah Kabupaten Jayapura senilai Rp 500.000 per kepala keluarga.

“Jadi yang bisa menerima bantuan dana tunggu hunian itu hanya bagi mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat dalam hal ini sudah tidak bisa ditempati lagi,” kata Giri Wijayantoro saat ditemui wartawan di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, pekan kemarin.

Lanjutnya, total ada sekitar 409 unit rumah yang masuk dalam kategori rusak berat akibat bencana banjir bandang dan longsor tersebut. Kemudian pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelontorkan anggaran khusus atau dana stimulan untuk pembiayaan tempat tinggal sementara bagi warga korban bencana alam tersebut.

“Rumah yang rusak berat atau hilang berdasarkan data yang ada itu jumlahnya mencapai 409 unit. Itu yang saat ini kita serahkan,” imbuhnya.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Jayapura, Drs. Sumartono, saat diwawancara. (Irfan /lintaspapua.com)

Sementara itu ditempat terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Jayapura, Drs. Sumartono, saat ditemui diruang kerjanya pada Senin (27/1/2020) kemarin siang mengatakan, dana tunggu hunian itu yang diserahkan dari BNPB melalui BPBD Kabupaten Jayapura itu diberikan terhadap korban banjir bandang dan longsor serta luapan air danau Sentani itu dengan kategori rumahnya mengalami kerusakan berat.

“Terkait dengan penyerahan bantuan dana tunggu hunian untuk korban bencana banjir bandang dan longsor serta luapan air Danau Sentani itu bagi warga pemilik rumah yang mempunyai kriteria rusak berat. Yakni, rumahnya yang hancur, hilang (hanyut) maupun rusak parah yang tidak bisa ditempati lagi Itu yang mendapatkan bantuan dana tunggu hunian tersebut. Kami pemerintah tentunya tidak mungkin tinggal diam. Pemerintah pusat melalui BNPB telah menugaskan BPBD, kalau rumah rusak berat itu nanti akan mendapatkan bantuan Rp 500 ribu per KK,” katanya.

“Data awal yang sudah ada itu sebanyak 409 unit rumah, sehingga kemarin secara simbolis kami serahkan kepada enam orang warga korban sebagai perwakilan penerima bantuan dana tunggu hunian tersebut, kemudian setiap bulannya akan diberikan Rp 500 ribu yang terhitung selama 10 bulan mulai April 2019 hingga Januari 2020. Kami pastikan bantuan dana tunggu hunian itu diberikan kepada warga yang betul-betul kehilangan rumah atau rumahnya mengalami kerusakan parah,” tukasnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here