JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Penggunaan sistem noken dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 di Provinsi Papua diyakini bakal disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu.

Menyikapi hal tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua pun segera melakukan langkah-langkah antisipasi guna meminimalisir risiko terjadinya kecurangan tersebut.

Diantaranya dengan memberi penguatan bagi aparatur pengawas  Pemilu tingkat kabupaten. Hal demikian disampaikan Anggota Komisioner Bawaslu Papua, Ronald Manoach, dalam sambungan telepon dengan wartawan, Rabu (22/1/2020) di Jayapura.

Selain memberi penguatan bagi aparatur tingkat kabupaten, sambung dia, Bawaslu Papua juga telah mendorong pelantikan pengawas tingkat distrik/kecamatan.

“Yang mana para aparatur pengawas distrik ini pun langsung diberi penguatan kapasitas”.

“Sehingga nantinya dalam mengawasi, mereka bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Dengan harapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Papua, bisa berjalan dengan baik, aman serta damai,” harap ia.

Diketahui , sebelas kabupaten di Papua yang menyelenggarakan Pilkada serentak tahun ini yakni, Kabupaten Nabire, Asmat, Keerom, Waropen, Merauke, Membramo Raya, Pegunungan Bintang, Boven Digoel, Yahukimo, Supiori, dan Yalimo.

Sementara penggunaan sistem noken pada Pilkada serentak, dipastikan di Kabupaten Yahukimo dan Pegunungan Bintang. (win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here