Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, S.T, dan Koordinator Operation Daerah Papua, PT. Daya Mita Komunikasi Muchlis Hariyadi saat konferensi pers, di Ruang Rapat Kantor Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura, Selasa (21/1/2020). (Irfan / lintaspapua.com)

SENTANI (LINTAS PAPUA) –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan PT. Daya Mita Komunikasi yang merupakan salah satu anak perusahaan PT Telkom Indonesia yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi, untuk menjalin kerja sama dalam hal persiapan peluncuran program Smart City.

Dengan kerja sama tersebut, PT Daya Mita Komunikasi yang merupakan salah satu anak perusahaan PT Telkom Indonesia ini akan membangun 51 titik menara telekomunikasi mikrosel yang berfungsi menutupi area ‘blank spot’ dan meningkatkan kapasitas jaringan di daerah dengan penggunaan ponsel yang sangat padat.

Koordinator Operation Daerah Papua, PT. Daya Mita Komunikasi Muchlis Hariyadi mengatakan, mikrosel yang akan dipasang dalam menunjang konsep Smart City itu akan dipadukan dengan lampu jalan dan akan ditempatkan pada daerah atau tempat yang dijadikan wilayah smart city.
Monitoring traffic lewat penggunaan handphone atau HP yang akan dikombinasikan dengan lampu jalan, keuntungannya dapat diakses dimana saja untuk mengawasi melalui CCTV.

“Rencana akan ada 51 titik, sesuai dengan plan atau konsep Microsel. Baru terealisasi dari kami baru 4 dan di tahun 2020 ini merupakan kerjasama lanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura, dan akan melanjutkannya perjanjian kerjasama, untuk pengembangan mikrosel,” ungkapnya, saat konferensi pers di Ruang Rapat Kantor Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura, Selasa (21/01/2020).

Katanya, kerjasama ini telah terbangun sejak tahun 2016 lalu dan sudah berjalan, kendalanya di planing pada titik mana yang akan dipasang, semua tergantung pihak operator saja.

“Kalau pihak Operator sudah beri izin untuk pasang kita pasti pasang, karena ada beberapa pihak disini terlibat untuk saling support, pihak pemda bertugas memfasilitasi soal izin dan lain-lian,” jelasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt). Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, menuturkan pada prinsipnya pemerintah daerah akan membantu semua pihak yang hendak berinvestasi, yang semata-mata untuk memberikan tambahan dalam peningkatan Penerimaan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jayapura.

“MoU 5 tahun lalu kita sudah sepakati dan yang sudah terpasang baru lampu jalan dan ornamen-ornamen ciri khas Kabupaten Jayapura atau Sentani dan yang belum tinggal kamera CCTV yang belum dipasang,” papar Gustaf.

Selain itu, Gustaf juga menambahkan, konsep smart city itu akan memberi kenyaman warga saat beraktivitas baik di siang dan malam hari yang bisa dipantau secara langsung kapanpun dan di manapun, juga soal pantauan keamanan kota.

“Kita di hari kamis kemarin (pekan lalu) baru pertemuan dengan Polda Papua dan hari Jumat dengan Polres juga untuk berbicara menyangkut soal pelaksanaan PON XX,” imbuhnya.

Kiranya, mikrosel bisa dengan segera terpasang sesuai rencana. karena jelas kedepan akan banyak pihak provider telekomunikasi akan berinvestasi, terbuka bebas bagi semua Operator, Bukan hanya Telkomsel, ada XL, Esia , Indosat dan lain sebagainya, jadi mereka bisa gunakan 1 tower itu menjadi milik bersama,” tukas Gustaf Griapon. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here