Bupati Mathius Awoitauw mengatakan saat ini Angkasa Pura sedang didorong untuk bersinergi dengan Perusahaan Daerah (Perusda) Baniyau. Tampak suasna pertemuan. (Irfan /lintaspapua.com)

Soal Pungutan Pajak dan Perekrutan Karyawan Asli Orang Papua

SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, menyatakan bahwa pihaknya secara intens bangun komunikasi dengan PT Angkasa Pura I (AP I) sebagai pengelola Bandar Udara (Bandara) Sentani, khususnya soal pungutan pajak dan perekrutan karyawan asli orang Papua.

Hal ini disampaikannya usai kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kerja Sama di Kawasan Bandara Sentani bersama PT Angkasa Pura I, di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (21/1/2020) kemarin.

Selain itu, Bupati Mathius Awoitauw mengatakan saat ini Angkasa Pura sedang didorong untuk bersinergi dengan Perusahaan Daerah (Perusda) Baniyau, termasuk Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda).
“Ini untuk pajak dan retribusi, karena pajak dan retribusi ini sudah dalam pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejak bulan Juli 2019 lalu KPK sudah datang dan berkoordinasi,” ungkapnya.

Mathius menambahkan, bahwa Pemerintah Kabupaten Jayapura soal pungutan pajak di Bandara Sentani juga merupakan instruksi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan wajib dilaksanakan. Soal pungutan pajak yang dimaksud, pihak Angkasa Pura dan Pemerintah Daerah telah berkoordinasi.

“Mereka telah lakukan pertemuan dari staff bandara dan staff disini untuk pastikan beberapa hal yang bisa dipungut pajak. Dan, itu semua tidak ada masalah. Tinggal kapan diberlakukan saja,” ucapnya.

Kata Mathius, hubungan kerjasama yang dibangun PT AP I sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama Perusda Baniyauw sebagai perusahaan milik Pemerintah Daerah semata-mata untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), termasuk penerimaan pegawai atau karyawan di Bandara Sentani.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Sementara (Plts) General Manager (GM) Bandara Sentani Jayapura, A. Widyo Praptono menuturkan untuk tahun ini sejumlah pekerjaan akan difokuskan pada pengembangan terminal bandara, pengembangan area parkir kendaraan, juga rekonstruksi taxiway.
“Termasuk juga beautifikasi terminal, yang kita upayakan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata terkait model apa yang nampak di Bandara Sentani-Papua, seperti ornamen atau corak khas Papua di Bandara Sentani,” ungkapnya.

Katanya, model yang dimaksud seperti patung dan simbol mencerminkan kekhasan daerah. Jadi kiranya perlu mendapatkan masukan dari Dinas Pariwisata Provinsi Papua maupun Kabupaten Jayapura, dengan begitu tamu yang datang bisa secara langsung mengenal.

Menyinggung soal perekrutan karyawan atau pegawai yang akan dipekerjakan pada PT. AP I khususnya bagi putra-putri asli Papua, Widyo menyampaikan sedang dalam proses perekrutan, termasuk bagi tenaga honorer di Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Sentani di bawah Kementrian Perhubungan secara menyeluruh akan direkrut menjadi karyawan anak perusahaan AP I Support.

“Dan juga baik itu tenaga outsourcing yang dari security atau Avsec maupun tenaga outsourcing yang saat ini bekerja sebagai cleaning servis. Semuanya tanpa terkecuali akan menjadi karyawan pada PT. Angkasa Pura Support sebagai anak perusahaan PT. Angkasa Pura I,” tukasnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here