Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, Klemens Hamo dan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Jayapura, Patrinus R. Sorontou saat menenangkan warga Kampung Tablasupa yang siap menyerang warga Kampung Yapase, di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Kamis (16/1) lalu. (Irfan / lintaspapua.com)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Rumah milik Hofni Esuwe (58), warga Kampung Tablasupa, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, dibakar, Rabu (15/1/2020) sore lalu pukul 16.30 WIT.

Beruntung tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Namun, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Menurut Hofni Esuwe, rumahnya dibakar oleh oknum anggota Brimob bersama kawan-kawannya sekitar 15 orang. Motifnya dendam, karena kalah dalam pemilihan Kepala Kampung Yepase, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.

 

Hal ini diketahuinya setelah mendengar keributan di daerah Senabuai yakni perbatasan Kampung Tablasupa dengan Kampung Yepase antara pihak oknum anggota Brimob dan kawan-kawannya dengan pihak Bertus Esuwe.

“Saat itu juga saya pulang lalu menyimpan chainshaw (Senso), kemudian menuju ke tempat Awal mula keributan tersebut, untuk melihat adanya kejadian apa sebenarnya?. Namun sekitar 200 meter sebelum saya sampai di tempat keributan, saya berhenti dan melihat pelaku bersama kawan-kawannya sekitar 15 orang menuju ke arah rumah saya dengan membawa alat-alat tajam dan salah satu rekan pelaku berinisial PY membawa jerigen ukuran lima liter berisikan Pertalite,” kata Hofni dalam data yang diterima oleh wartawan online ini dari sumber terpercaya.

“Dikarenakan panik saya bersama istri dan keempat orang anak saya melarikan diri karena takut, tidak lama kemudian dari kejauhan saya melihat asap hitam sudah mengepul di sekitar rumah saya. Setelah para pelaku membakar rumah saya, kemudian para pelaku pukang ke Kampung Yepase. Nah, atas kejadian itu saya datang melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Depapre untuk diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” sambungnya.

Untuk diketahui, dalang dari pembakaran rumah milik Hofni Esuwe (58) itu dugaan kepada seorang oknum anggota Brimob berinisial OY yang kesehariannya berdinas di Biak, yang diduga menjadi otak terjadinya kerusuhan massa di Distrik Depapre dan berhujung terjadinya aksi pembakaran satu rumah milik Hofni Esuwe, warga Kampung Tablasupa, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Peristiwa pembakaran itu dilakukan oleh kelompok warga dari Kampung Yapase, Distrik Depapre.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Jayapura, Patrinus R. N. Sorontou yang juga merupakan warga Distrik Depapre menjelaskan, aksi kerusuhan yang melibatkan antar dua kampung itu awal mulanya didalangi oleh ulah seorang oknum Brimob berinisial OY.

“Persoalan yang terjadi di Depapre itu tadinya kami kira masalah sengketa tanah. Padahal kemarin pada saat pemilihan (kepala) kampung atau Pilkakam di Yapase itu,  kata Patrinus Sorontou kepada wartawan di Sentani, belum lama ini.

Usai dialog yang dilakukan pihaknya bersama pihak Kepolisian, TNI dan warga, akhirnya disepakati persoalan ini akan diselesaikan melalui rapat bersama yang akan direncanakan, dalam waktu dekat.

Menurutnya, berdasarkan pengakuan warga setempat, persoalan ini juga dipicu oleh rencana pembangunan Tower milik Telkomsel di Kampung Tablasupa, yang mana sebelumnya sudah disepakati melalui Musrenbang di tingkat Distrik Depapre sebelumnya.

Selanjutnya, Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, Klemes Hamo mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendekatan persuasif untuk meredakan suasana yang sempat memanas tersebut. Dalam kesempatan itu pihaknya juga meminta kepada warga dari 2 Kampung itu supaya tidak boleh melakukan hal-hal yang dapat merugikan seperti yang sudah terjadi sebelumnya.

“Dalam waktu dekat kami minta pak distrik untuk bisa memfasilitasi supaya bisa menyelesaikan masalah itu. Untuk korban, baik itu rumah yang terbakar dan hal-hal yang lain yang terdampak dari persoalan itu kami kembalikan kepada penegak hukum. Kami minta supaya hal ini tidak boleh lagi terjadi kedepannya,” tegasnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si., mengaku mendengar informasi keterlibatan oknum Brimob dalam kasus itu. Hanya dirinya enggan mengomentari terlalu jauh soal peristiwa itu, karena yang bersangkutan bukan berdinas di Polres Jayapura.

“Saya masih cek dulu, masih diperiksa itu. Perkembangan terakhir yang saya dengar dia (anggota Brimob) sudah diamankan di Polsek setempat dan masaih didalami terkait keterlibatanya itu. Saya hanya dengar tadi ada yang diperiksa dari Brimob, jadi saya tidak tahu, sebagai saksi atau apa. Saya tidak tahu dia itu dinas dimana, saya ngga ngerti juga,” ucapnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here