Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjawab wartawan usai mengikuti rapat terbatas, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/4) siang. (Foto: JAY/Humas)

PAK MOELDOKO, JANGAN MASUKKAN KADRUN KE ISTANA NEGARA!!!

Oleh :
Rudi S Kamri

Beberapa waktu lalu saya mendapat informasi yang sangat mengagetkan dari sahabat saya bahwa ada indikasi kuat Jenderal Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan (KSP) akan melakukan reshuffle kabinet KSP dan salah satunya akan memasukkan seorang figur yang penuh kontroversi dan terindikasi kuat bagian atau paling halusnya simpatisan kelompok Kadal Gurun (Kadrun) menjadi salah satu Deputi di kabinet KSP.

Berita ini sungguh mengagetkan karena sosok yang bersangkutan saat memimpin ikatan alumni perguruan tinggi nomor satu di negeri ini jelas-jelas merupakan simpatisan kelompok 212, yaitu kelompok yang mempolitisasi agama untuk melawan Presiden Jokowi.
Bahkan dia mengerahkan pasukan kesehatan kadrun sebagai tanda kehadiran kelompok mereka di acara yang berlangsung 2 Desember 2016.

Ada catatan hitam lagi bahwa Ybs sama sekali tidak berkeringat untuk mendukung Jokowi – Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.
Jangankan berkeringat, yang ada indikasi kuat justru Ybs malah mendukung rival Jokowi dalam kontestasi Pilpres yang lalu.
Lalu bagaimana mungkin sosok yang seperti ini bisa ditarik Moeldoko menjadi Tim Kerjanya?

Bagaimana mungkin kita membiarkan sosok yang jelas-jelas pendukung ideologi khilafah menyusup ke dalam lingkaran terdekat Presiden? Ada yang mengatakan bahwa Ybs sudah insyaf tidak lagi menjadi kadrun.
Bagaimana mungkin orang menjadi “mendadak nasionalis” begitu cepat dan semudah membalikkan telapak tangan?
Jujur saya tidak percaya.
Yang saya percayai adalah
ybs pintar cari muka di depan para pejabat tinggi negeri ijin dan menyaru dengan menggunakan topeng merah putih.
Bagaimana mungkin saya dan kita semua membiarkan hal ini terjadi?

Berbagai cara dari kelompok pendukung Jokowi yang tahu persis kelakuan busuk Ybs memberikan masukan dan saran kepada Moeldoko tapi ada indikasi kuat masukan tersebut seperti menatap tembok baja alias tidak digubris.
Dan tulisan ini adalah upaya terakhir bagi kami kelompok NKRI dan Merah Putih untuk menyadarkan Jenderal Moeldoko untuk berhati-hati menyeleksi para pembantu utamanya.
Karena kalau Ybs yang sudah terindikasi kadrun ini tetap dibiarkan masuk ke dalam Bina Graha (Kantor KSP) yang hanya sejengkal dari Istana Negara, resiko besar akan dialami Presiden Jokowi.
Dan ini harus kita cegah sekuat tenaga dan semaksimal mungkin.

Bagi saya tidak ada toleransi sedikitpun bagi para kadal gurun ini untuk mencoba melakukan infiltrasi ke dalam sistem pemerintahan kita.
Dan seharusnya para pembantu Presiden ‘aware’ dengan hal ini.
Para pembantu Presiden harus jeli menelisik rekam jejak digital maupun kiprah yang bersangkutan selama setidaknya lima tahun terakhir. Para pembantu terdekat Presiden Jokowi jangan terkecoh dan terlena dengan mulut manis dan topeng yang dipakai para kadal gurun ini.

Untuk Yang Terhormat Pak Moeldoko,
“Jangan terkecoh dan terlena dengan mulut manis dan topeng yang dipakai para kadal gurun ini.
Masih terlalu banyak figur yang cocok dijadikan Deputi 1 KSP, mengapa harus memilih figur yang berpotensi mengganggu NKRI? Mudah-mudahan Bapak lebih cermat dan cerdas menyikapi masukan kami.”

Salam SATU Indonesia
03112019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here