SENTANI (LINTAS PAPUA) – Kepolisian Resort (Polres) Jayapura berhasil menangkap dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) berinisial AW dan AK di Sentani, serta seorang penadah. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 13 unit sepeda motor.

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si., didampingi Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Hendrikus Yosi Hendrata, S.H., S.IK., dan Kapolsek Sentani Kota AKP Lintong Simanjuntak, S.H., M.H., ketika menggelar press release kasus curanmor, di Obhe Reay May (Aula Rumah Perdamaian) Mapolres Jayapura, Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Senin (13/1/2020) kemarin sore. (Irfan LPC)

Selain dua pelaku curanmor, polisi juga menangkap satu orang penadah motor hasil curian tersebut berinisial YO. Ketiganya diamankan di lokasi berbeda.

 

Hal ini disampaikan Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, SH, S.IK., M.H., M.Si., didampingi Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Hendrikus Yosi Hendrata, S.H., S.IK., dan Kapolsek Sentani Kota AKP Lintong Simanjuntak, S.H., M.H., dalam press release, di Obhe Reay May (Aula Rumah Perdamaian) Mapolres Jayapura, Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Senin (13/01/2020) kemarin sore.

 

Dijelaskan, rilis kali ini terkait dengan curanmor dan kalau dilihat semenjak dari tahun 2019 lalu itu memang angka kriminalitas terkait dengan curanmor ini cukup mendominasi. Untuk itu, di tahun 2020 ini sebagai awal yang baik dan bagus, serta masih semangat-semangatnya para personil, maka pihaknya terus berupaya untuk menekan angka curanmor.

 

“Jadi, pada hari ini (kemarin) ada dua kasus yang bisa kita tangani. Pertama, kasus terkait dengan (pasal) 363 ayat 2, yaitu pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah Sentani Kota. Kemudian yang kedua, ada yang kita upaya dengan modus ini sebagai (pasal) 480 ayat 1, yaitu penadah motor hasil curian. Ini penting juga, nanti kita akan bergerak dari 480 atau penadah untuk mengembangkan jaringan yang ada,” jelas Kapolres Jayapura.

 

Kata Kapolres Jayapura, kejahatan ini tentunya beranatomi karena ada suplai dan juga adanya permintaan. “Jadi, kita akan berupaya dengan strategi apapun untuk menutup jalur-jalur terjadinya curanmor,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kapolres Mimika.

 

Dari hasil razia maupun patroli yang dilakukan oleh Tim Elang Polres Jayapura dan Tim Paniki Polsek Sentani Kota, pihaknya berhasil mengamankan 10 unit sepeda motor.

 

“Selain itu juga, pada hari ini (kemarin) ada 10 motor yang berhasil kita temukan dari pelaksanaan razia atau patroli kita, yakni patroli dari Tim Elang dan juga ada kegiatan dari Tim Paniki Polsek Sentani. Ada 10 unit kendaraan roda dua yang bisa kita temukan dan ini diindikasikan adalah kendaraan roda dua hasil curian,” imbuhnya.

 

“Jadi, kita sudah membangun koordinasi dengan Polres Jayapura Kota dan juga Polres Keerom. Karena apa yang kita lihat ini anatominya tadi itu juga dicuri di Sentani, dibuang (jual) di luar wilayah hukum Polres Jayapura (Kabupaten Jayapura). Tentunya kita harus membangun komunikasi dan terus berupaya memerangi kejahatan curanmor tersebut,” sambung AKBP Victor Dean Mackbon.

 

Lanjutnya, keterangan dari pelaku curanmor ini, hanya untuk mencuri guna keperluan sehari-hari. Sedangkan satu pelaku penadah mengakui, kalau dia tidak mengetahui motor yang dia beli ini merupakan hasil curian.

 

“Tetapi, kalau di lihat kendaraannya ini adalah kendaraan-kendaraan yang murah dibeli namun tidak sesuai dengan harga pasaran yang seharusnya dicurigai saat membeli kendaraan tersebut. Ada tiga barang bukti (BB) dari anggota Polsek Sentani Kota dan Polres Jayapura, kemudian ada 10 unit motor yang merupakan hasil temuan atau hasil razia. Ini bisa dindikasikan karena ada laporan polisinya, baik yang ada di Polres Jayapura Kota maupun yang ada di Polres Keerom. Tentunya kita akan kerjasama dengan dua Polres tersebut,” bebernya.

 

Terangnya, pelaku curanmor ini ada dua orang, yakni berinisial AW dan AK. Kalau untuk pelaku AK ini posisinya sudah berada dalam sel Lapas Abepura.

 

“Karena sebelum kejadian ini, AK sudah diamankan oleh penyidik, yang diduga kasus pencurian kendaraan bermotor juga. Kemudian pelaku yang berinisial YO ini sebagai penadah motor hasil curian yang dijerat dengan pasal 480 ayat 1 dengan ancaman hukuman penjara empat tahun dan bisa di proses hukum lanjut. Tapi kita lihat dulu barang tadahannya YO ini, karena ada sumbernya dan dapat dari mana ini yang sedang kita lakukan pengejaran,” tegasnya.

 

Kedua tersangka dijerat dengan pasal berbeda. AW dikenakan pasal 363 ayat 2, dengan ancaman penjara paling lama tujuh tahun. Sedangkan YO sebagai penadah didakwa pasal 480 ayat 1 dengan ancaman penjara paling lama empat tahun. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here