Wakil Wali Kota Rustan Saru Hadiri Tabligh Akbar dan Doa Awal Tahun Baru Untuk Papua Damai

0
183
Tabligh Akbar dan doa awal tahun baru untuk Papua Damai, bersama Ustadz Dr. H. Muhammad Syamsi Ali, Lc, M.A, yang merupakan Imam Besar Islamic Center of New York, Amerika Serikat, diselenggarakan di Mesjid Raya Baiturahim Jayapura, Sabtu, 11 Januari 2020., juga di hadiri Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM (baju batik merah). (Foto Humas Setda Kota Jayapura)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Tabligh Akbar dan doa awal tahun baru untuk Papua Damai, bersama Ustadz Dr. H. Muhammad Syamsi Ali, Lc, M.A, yang merupakan Imam Besar Islamic Center of New York, Amerika Serikat, diselenggarakan di Mesjid Raya Baiturahim Jayapura, Sabtu, 11 Januari 2020.

Wakil Walikota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM yang juga hadir di acara tersebut mengatakan, dengan keberagaman suku bangsa yang ada di Papua dan kota Jayapura khususnya, menjadi kekuatan kita untuk betul-betul menjaga keberagaman yang ada.

Kota Jayapura adalah milik kita bersama maka lanjutnya, semua komponen masyarakat harus bergandengan tangan agar di tahun 2020 semua program kerja di kota Jayapura dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar serta memberikan hasil yang maksimal, demi kemajuan kota Jayapura.

WAKIL WALIKOTA BERSAMA USTADZ DR. H. MUHAMMAD SYAMSI ALI, Lc, M.A

“Ustadz banyak memberikan inspirasi kaitan dengan keberadaan keberagaman umat Islam di New York, maka itu memberikan motivasi kepada kita di Papua yang sangat beragam suku agama ras dan golongan, bahwa sangat perlu mengedepankan rasa kemanusiaan, mengedepankan rasa toleransi, saling menghormati, saling menghargai, tidak boleh kita menjelekkan suatu agama atau suku dan lain sebagainya.

Kita harus merangkul semua golongan. Apa pun profesi kita tidak boleh menjelek-jelekkan orang lain, perbedaan yang ada harus dihargai dan dihormati. Terutama umat Islam diharapkan betul-betul bisa menciptakan kedamaian dimanapun kita berada,” tegasnya.

Sementara itu, Ustadz Syamsi Ali dalam tausiahnya mengatakan, salah satu penyakit yang paling berbahaya dalam hidup manusia adalah kesombongan dan keangkuhan. Salah satu bentuk kesombongan dan keangkuhan yang paling berbahaya adalah keangkuhan dalam bentuk keagamaan.

“Jangan sampai karena ada perasaan keagamaan yang sedemikian hebat bukan bersyukur tetapi justru memandang orang lain kurang, itu sangat berbahaya,” tegasnya.

Tabligh Akbar tersebut juga dihadiri Kasdam XVII Cenderawasih, Ketua NU provinsi Papua, Ketua MUI provinsi Papua, Kemenang kota Jayapura.(Humas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here