ANGER IS DANGER (MARAH ITU BERBAHAYA)

RENUNGAN HARI INI – Senin, 13 Januari 2020

AYAT RENUNGAN: “Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.” (Mazmur 37:8)

RENUNGAN: Kemarahan adalah emosi primer yang dianggap sah. Rasa marah merupakan pola perilaku yang muncul sebagai respon dari adanya suatu perilaku yang mengancam.

Tetapi, menurut Encyclopedia of Psychology yang dikeluarkan oleh Oxford University Press, meskipun sebagian besar pelaku mengatakan rasa marah mereka timbul karena apa yang terjadi pada mereka, ahli psikologi menunjukkan fakta yang lebih berbahaya, bahwa orang yang marah cenderung melakukan kesalahan karena kemarahan menyebabkan kehilangan kemampuan pengendalian diri dan penilaian objektif. Kemarahan yang tak terkendali berdampak negatif pada kualitas hidup pribadi dan sosial.

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah ekspresi kemarahan, bukan kemarahan itu sendiri.

Alkitab dalam Kejadian 4:3-8 mengingatkan kita bahwa kemarahan menjadi sangat berbahaya ketika tidak beralasan dan tidak terkendali. Kisah Kain menggambarkan kemarahan yang tidak terkendali.

Ia tidak dapat mengendalikan kemarahannya hingga membunuh saudara kandungnya sendiri, seperti tertulis dalam ayat 5b, “Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.” Tuhan menghukum Kain dengan berat. Kemarahan yang tidak beralasan dapat kita pelajari dalam kisah Yunus. Ketika Tuhan tidak jadi menurunkan malapetaka atas Niniwe, Yunus kesal dan kemudian marah.

Di dalam Yunus 4:4 BIS, Tuhan menjawab kemarahan Yunus dan berkata, “Engkau tak punya alasan untuk menjadi marah begitu.”, dan Tuhan memberi pengertian kepada Yunus bahwa ia harus berbelas kasih kepada orang yang bertobat.

Sekarang, Anda tahu bahwa kemarahan sangat berbahaya saat Anda tidak berhasil mengendalikannya. Untuk mengatasinya, Anda perlu memahami apa yang dimaksud dengan anger management, diantaranya berpikir sebelum berbicara.

Dalam situasi “panas”, Anda akan lebih mudah meluapkan kemarahan dan akan menyesalinya kemudian. Saat Anda sudah tenang, ungkapkan kemarahan Anda dengan cara tegas tapi tidak boleh secara konfrontasional (sikap permusuhan).

Selain itu, pengampunan adalah sikap yang ampuh. Ketika Anda membiarkan amarah dan perasaan negatif mengalahkan perasaan positif, Anda akan mengalami kepahitan atau rasa ketidakadilan dari diri Anda sendiri.

Tetapi jika Anda bisa memaafkan seseorang yang membuat Anda marah, Anda akan belajar dari situasinya dan memperkuat hubungan Anda. Mulailah untuk mempraktikkan kedua hal ini. [LS]

KATA-KATA HIKMAT : “I have the right to be angry, but that doesn’t give me the right to be cruel!” (Saya mempunyai hak untuk marah, akan tetapi itu tidak memberikan saya hak untuk menjadi kejam!)

 DOA :

“Bapa, ampuni kami yang tidak dapat menguasai emosi. Kami mau berubah dan diajar untuk mengelola amarah itu menjadi suatu kebaikan dan bermanfaat bagi sesama untuk kemuliaan nama-Mu.

Terima kasih Yesus, hanya di dalam nama-Mu kami berdoa, Amin!” 🙏🏽 Selamat pagi, sdr-sdr dalam Kasih Kristus, shalom! TUHAN memberkati kita semua di minggu yang baru ini oleh kasih karunia-Nya yang berlimpah dan menjadi berkat bagi sesama kita di marketplace kita masing-masing untuk kemuliaan TUHAN! 😇🙌🌳🍇🌾Amin!!! 🙏🏽 (Renungan Disadur Anggota grup whatsAPP THE Spirit of Papua yang di share, Senin, 13 Januari 2020)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here