Patung Tuhan Yesus di Danau Sentani. Inilah posisi asli Patung Yesus sebelum rubuh atau jatuh. - (Foto Facebook Marianti VJ Wally )

Kerinduan Tuhan : Umat-Nya Hidup Rukun
Baca: Roma 15:1-13

“Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,” (Roma 15:5)

Dalam kehidupan bermasyarakat setiap orang harus hidup rukun satu sama lain. Itulah sebabnya di setiap lingkungan di mana kita tinggal dibentuklah RT (rukun tetangga) dan RW (rukun warga). RT dan RW adalah satu bentuk organisasi masyarakat yang dibuat berdasarkan pembagian wilayah. Tujuan dibentuknya RT dan RW adalah untuk menumbuhkan kerukunan antarwarga dalam lingkup kecil.

Mengapa kerukunan itu penting? Sebab bila setiap warga memiliki hubungan yang dekat, saling bekerjasama dan saling tolong-menolong, terciptalah rasa tenang dan tenteram. Dalam sila ke-3 Pancasila butir ke-6 juga ditegaskan tentang pentingnya sikap mengembangkan persatuan atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. Ini berbicara tentang kerukunan hidup antarwarga, sekalipun kita memiliki latar belakang yang berbeda: ras, suku, agama dan sebagainya.

Tuhan pun tidak menghendaki orang percaya hidup dalam perpecahan dan perselisihan satu sama lain karena kita semua adalah satu dalam keluarga di dalam Kristus, warga Kerajaan Sorga (baca Filipi 3:20). Karena itu kita harus menjaga kerukunan hidup antarumat Tuhan. Hal ini juga yang menjadi pokok doa Kristus kepada Bapa: “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita,” (Yohanes 17:21).

Alkitab secara jelas menyatakan bahwa kerukunan di antara jemaat Tuhan adalah sesuatu yang baik, indah, memiliki nilai istimewa di pemandangan mata Tuhan; sesuatu yang dapat menggetarkan hati Tuhan untuk bertindak menolong dan memberikan apa yang umat-Nya perlukan. “Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 18:19).

Pemazmur mengungkapkan, “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!” (Mazmur 133:1). Di mana jemaat Tuhan hidup dalam kerukunan dan kesatuan hati, maka “…ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.” (Mazmur 133:3b).

Permusuhan, pertengkaran, pertikaian, kebencian dan sakit hati di antara jemaat Tuhan hanya akan menghambat berkat-berkat Tuhan dicurahkan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here