Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager SHut, MUP, saat memberikan keterangan bersama Direktur RSUD Kwaingga, kemarin. (Arief / lintaspapua.com)

Kekurangan Dokter Masih Terjadi, Direktur Terpaksa Turun Tangan Tangani Pasien

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Menyusul Sidak sebelumnya yang ditemukan masalah pelayanan di RSUD Kwaingga, maka Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager SHut, MUP, kembali melakukan follow up dengan mengunjungi rumahsakit tersebut pada Senin, (6/1/2020) kemarin.

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager SHut, MUP, saat memberikan keterangan bersama Direktur RSUD Kwaingga, kemarin. (Arief / lintaspapua.com)

Pada kesempatan ini Wabup menemui Direktur RSUD Kwaingga, dr. Bernadette Eka Soeci, SKM, Mkes, dan jajaran. Bupati melihat pelayanan dan menanyakan langsung atas kesulitan yang dihadapi RSUD dan memberikan perintah untuk mengatasi kendala operasional yang terjadi.

‘’Pagi ini saya melakukan follow up atas sidak saya di beberapa hari lalu (2-3 januari) terkait kondisi pelayanan di RSUD Kwaingga, hari ini saya melihat dan memastikan bahwa perintah yang saya sampaikan bisa berjalan, ternyata masih ada kendala terkait dengan manajemen terutama, Kadinkes belum paham dengan kondisi RS hari ini, maka saya keluarkan disposisi,’’ujar Wabup pada kesempatan tersebut.

Ia menambahkan atas kondisi di RSUD Kwaingga maka ia telah mengeluarkan dua disposisi yaitu tentang upaya untuk mengisi kekosongan dokter di RSUD dengan mengambil beberapa tenaga dokter di Puskesmas. Kedua adalah disposisi untuk 30 tenaga paramedis kontrak agar tetap diperpanjang.

‘’Ini sebagai peraintah bagi Kadinas untuk dilaksanakan tanggungjawab. Karena prinsipnya di RS tak boleh ada kekosongan dokter karena RS bisa jalan atas intruksi dokter. Selain itu kita targetkan pelayanan di RSUD Kwaingga harus normal dalam minggu ini,’’pesannya.

Direktur RSUD Kwaingga, dr. Bernadette Eka Soeci, SKM, Mkes, (Arief / LPC)

Sementara itu Direktur RSUD Kwaingga, dr. Bernadette Eka Soeci, SKM, Mkes, mengemukakan kondisi pelayanan RSUD Kwaingga hingga kemarin terus diupayakan agar berjalan baik. Bahkan ia sebagai direktur terpaksa sampai turun langsung melakukan pelayanan kepada masyarakat yang datang ke RSUD Kwaingga untuk berobat.

‘’Sesuai arahan Wabup dan Disposisi yang diberikan ke kepala dinas, aka nada 4 dokrer intrensip yang saat ini berada di Puskesmas Arso Timur untuk bertugas di RSUD Kwaingga untuk melayani di unit IRD (instalasi rawat darurat), unit rawat jalan dan unit rawat inap, sehingga pelayanan di RSUD normal tak ada kekosongan dokter,’’jelasnya.

Diakuinya bahwa Wabup juga meminta ia agar menjalankan fungsi manajemen sebagai direktur RSUD. ‘’Hari ini dokter anak sudah bertugas, dan saya sendiri tadi sempat menangani pasien di IRD karena kondisi pasien mengalami dehidrasi berat,’’lanjutnya.

Suasana sidak Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, serta pertemuan antara perawat RSUD Kwaingga Keerom dengan Wabup saat sidak pada Kamis (02/01/2019) ini. (Arief / lintaspapua.com)

Ia juga mengemukakan untuk kondisi ideal, di rumahsakit seharusnya ada 6 dokter umum, dan 4 dokter spesialis. Yaitu spesialis anak, spesialis penyakit dalam, spesialis bedah dan spesialis kandungan. Selain itu diharapkan bila kondisi sd normal maka RSUD Kwaingga membutuhkan dokter spesialis tamu yaitu specialis radiologi, mata, THT, saraf dan jantung. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here