Disdik Kab. Jayapura Peroleh DAK Rp 16 Miliar, Termasuk Fokus Pembangunan dan Rehab Sekolah

0
214
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Tedd J. Mokay, saat diwawancara dan didampingi Ketua PGRI Kabupaten Jayapura, Jimmy Fitowin. (Irfan / LintasPapua.Com)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Jayapura tahun 2020 ini mendapat kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp. 16 Milyar Lebih. Anggaran tersebut sudah termasuk untuk pembangunan serta rehab sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Tedd J. Mokay, ST, mengatakan, paling penting disini adalah sekolah bisa mengisi data pokok pendidikan (Dapodik) secara baik. Karena secara online, maka ketika terkonek dengan pusat, apa saja yang kurang di sekolah itu sudah bisa dijawab oleh pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Kali ini di tahun 2020 kita mendapatkan dana DAK itu sekitar Rp 16 miliar lebih. Anggaran tersebut Akan dipergunakan untuk sanitasi dan membangun serta merehab ruang belajar,” kata Kadis Pendidikan Kabupaten Jayapura, Tedd Mokay ketika ditanya wartawan usai acara peresmian ruang kelas di SD Negeri Inpres Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Rabu (8/01/2020) kemarin siang.

Kata pria yang akrab disapa Tedd ini, walaupun hanya satu-satu ruangan seperti saat ini, tetapi setiap tahun itu selalu ada. Tergantung pihak sekolah bisa mengisi Dapodik, kemudian data siswa di yang ada di sekolah itu diisi dengan baik. Serta pihak sekolah bisa menggambarkan kondisi fisik sekolahnya di dalam Dapodik, itu pasti akan dibantu oleh pemerintah pusat.

“Sekolah itu yang penting mereka bisa mengisi data Dapodik dengan baik, yang secara online itu ketika terkonek dengan pusat, apa yang kurang di sekolah itu sudah bisa dijawab oleh pemerintah pusat lewat dana DAK,” katanya.

Sedangkan kucuran dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2019, mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Jayapura ini menyampaikan, pihaknya mendapat kucuran DAU itu sangat terbatas sekali.

“Kali ini kita ada peroleh dana DAU yang besar itu diarahkan untuk kita bangun SMP Negeri 1, yang mana di tahun lalu itu kita bangun 113 kelas dan di tahun ini kita lanjut kembali bangun enam (6) kelas. Itu saja kita masih ada kekurangan sekitar delapan (8) ruang belajar atau kelas lagi, agar sekolah itu bisa pindah. Namun semua itu belum juga dengan ruang kantor dan laboratorium yang belum terbangun. Jadi, kita masih kekurangan anggaran banyak sekali guna bisa menyelesaikan semua itu agar SMPN 1 dan SD Yabaso bisa pindah,” tukasnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here