DAK Keerom Kutuk Keras Penembakan di Kaliasin

0
426
Ketua Dewan Adat Keerom (DAK), Servo Tuamis dan Ketua Dewan Adat Suku Mannem dan Arso Timur, Frengki Mekawa, bersama jajaran saat melakukan Konferensi Pers di Keerom, Selasa (31/12) kemarin. (Arief / lintaspapua.com)

Servo Tuamis : Usut Tuntas Pelaku dan Tolak Kekerasan di Wilayah Adat Kami

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Terjadinya insiden kontak antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan anggota TNI Pos Kaliasin, yang mengakibatkan satu anggota TNI gugur, sangat disesalkan oleh Dewan Adat Keerom (DAK).

Bahkan Ketua DAK Keerom, Servo Tuamis, dan jajaran menyatakan mengutuk keras terjadinya insiden penembakan tersebut. Kejadian tersebut menurutnya, membuat suasana tenang dalam rangka perayaan natal dan tahun baru yang sedang dilaksanakan di Keerom dengan hikmat menjadi terusik atas adanya insiden tersebut.

‘’Kami atas nama masyarakat adat, sebagai Dewan Adat Keerom, merasa menyesal atas adanya insiden penembakan ini sehingga ada anggota TNI yang gugur, atas nama masyarakat adat Keerom kami menyatakan berbelasungkawa,’’ujarnya dalam sebuah acara jumpa pers yang dilakukan di Arso, Selasa (31/12/2019) kemarin.

Ia juga mengemukakan mengutuk keras aksi tersebut. ‘Kedua, kami mengutuk atas aksi tersebut, karena membuat suasana natal dan tahun baru yang tenang menjadi terusik. Ini kejadian yang jelas kami masyarakat adat tak inginkan ada kekerasan yang terjadi di wilayah kami,’’tambahnya.

Selain itu ia meminta agar kasus tersebut diinvestigasi, dan kepada pihak pelaku diminta bertanggungjawab sesuai hukum yang berlaku. ‘’Mari kita telusuri dan investigasi masalah ini secara bersama pihak keamanan. Aparat kamin persilakan melakukan investigasi dan kami saat ini dari masyarakat adat juga sudah menurunkan tim investigasi sesuai sumber daya yang ada pada kami. Namun kami minta agar tim tidak mengambil tindakan keras kepada masyarakat adat kami, dan kami siap bantu tim investigasi TNI-Polri untuk melihat kasus ini agar jelas duduk perkara masalah ini,’’ujarnya.

Tak lupa ia mengingatkan agar pihak diluar untuk tidak berkomentar banyak atas masalah ini. ‘’Saya juga minta yang ada dilaur wilayah ini dan tidak mengetahui masalah dan duduk perkara agar jangan campuri dan angkat masalah ini, ini masalah di wilayah kami, maka biar kami yang akan turun bersama TNI dan Polri. Jangan bikin berita yang tidak jelas atau bohong dan bikin suasana damai di Keerom jadi tidak bagus, inin kita himbau keras,’’pungkasnya.

Senada dengan itu, sebagai pemilik wilayah lokasi penembakan di Arso Timur, maka Ketua Dewan Adat Arso Timur – Mannem, Jack Mekawa, menyampaikan rasa penyesalan atas insiden tersebut.

‘’Atas insiden penembakan oleh TPN-OPM atau KKB di Bewan, dengan kesal sebagai orang asli, kami kesal bahwa ada kelompok yang melakukan kontak senjata, ini telah mengganggu aktivitas masyarakat adat untuk perayaan natal dan tahun baru, dan kejadian ini kami masyarakat adat memandang bahwa sebagai Dewan Adat tak dihargai atas insiden ini, kami nyatakan menolak dan kutuk kejadian itu,’’ujarnya.

Ia juga mengingatkan, bahwa masyarakat adat tidak terlibat dan tidak mau terjerumus dalam permainan tersebut. ‘’Kami nyatakan bahwa Dewan Adat dan masyarakat adat di Keerom tidak terlibat atas insiden tersebut. Namun apabila ada yang terlibat maka itu adalah oknum namun saya minta agar pihak yang terlibat pada insiden tersebut untuk bertanggungjawab. Kepada TNI-Polri kami persilakan untuk melakukan investigasi dan menindak tegas sesuai aturan yang berlaku,’’lanjutnya.

Ia juga meminta pihak lain, untuk tak mengeluarkan statemen jika tak mengetahui duduk perkara dengan jelas atas masalah tersebut. ‘’Kami minta pihak yang tak mengerti perkara ini untuk jangan lakukan statemen yang hanya akan mengadu domba masyarakat, hal ini tak boleh dipolitisir dan kalau bukan asli Keerom jangan bicara sembarang atas masalah ini, kami tak mau masalah ini dipolitisir,’’pungkasnya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here