Pemimpin Muda Indonesia Berpartisipasi dalam KTT Pemuda Indo – Pasifik di Tokyo

0
247
Para peserta dan fasilitator ALLI. (Foto Istimewa)

Image 1

Peserta ALLI dari Indonesia (kiri ke kanan): Siti Fuadilla Alchumaira, Muhammad Rezki Achyana, dan Siti Nisrina Hasna Humaira. (Foto ISTIMEWA)

 

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  – Tiga pemimpin muda Indonesia beserta 41 pemimpin muda lainnya yang berusia antara 20 dan 27 tahun, mewakili 16 negara-negara di Kawasan Indo-Pasifik, bergabung dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Indo-Pasifik “Advancing Long-term Leadership Initiative (ALLI)” yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang, pada tanggal 13 dan 14 Desember.

Kelompok peserta final konferensi ALLI dipilih dari lebih 500 pelamar dari seluruh kawasan. Mereka semua adalah alumni dari program pertukaran yang dibiayai oleh pemerintah AS dan mewakili jajaran akademisi, pemerintahan dan sektor swasta. Sebelas fasilitator dipilih dari lebih 200 pelamar dari Kawasan Indo-Pasifik untuk memberikan model kepimpinan, pelatihan, dan membantu peserta memperluas jaringan mereka di kawasan.

Siti Nisrina Hasna Humaira, alumni program YSEALI 2015 untuk Academic Fellows, dan Muhammad Rezki Achyana, alumni program YSEALI 2016 untuk Academic Fellows, terpilih sebagai peserta, sedangkan Siti Fuadilla Alchumaira, alumni program YSEALI 2016 untuk Academic Fellows, terpilih sebagai fasilitator.

Para peserta dan fasilitator ALLI. (Foto Istimewa)

Kawasan Indo-Pasifik menghadapi tantangan unik di bidang sosial, ekonomi, politik dan lingkungan yang membutuhkan jawaban dari kawasan. Pemimpin dengan motivasi tinggi yang terpilih mengikuti Konferensi ALLI belajar tentang kepemimpinan serta berkolaborasi untuk menemukan solusi bagi tantangan kawasan dan global pada masa sekarang maupun masa depan.

ALLI mempersiapkan para peserta dengan informasi dan materi yang bermanfaat untuk menambahkan pemahaman kepemimpinan sipil; untuk memperkuat ketangguhan para calon pemimpin melalui pengujian dan diskusi terkait pendekatan-pendekatan praktis  terhadap tantangan global yang serupa; dan untuk membangun identitas Indo-Pasifik melalui kolaborasi lintas budaya.

Konferensi ini kembali menegaskan bahwa banyak negara Indo-Pasifik yang terhubung melalui ikatan yang tak terlihat melalui kesamaan sejarah, budaya, perdagangan dan nilai-nilai. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here