Indonesian Youth Updates : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Diestimasikan Stagnan

0
359
Frangky Darwin Oratmangun (President / Founder Indonesian Youth Updates)

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  – Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 diperkirakan tidak akan jauh berbeda dengan kondisi di tahun 2019. Dari data analisa dan kajian ekonomi nasional oleh IYU (Indonesian Youth Updates), pertumbuhannya diperkirakan berada di kisaran 4,8% – 5,1%.

Meski demikian, angka itu tak mudah diraih tanpa intervensi pemerintah dalam melakukan terobosan ekonomi, baik itu kebijkan ekonomi makro maupun fiskal dalam meminimalisir setiap kemungkinan yang hendak terjadi pada tahun 2020. Apalagi kondisi bangsa yang sedang menghadapi resesi ekonomi global yang tak menentu dengan terjadinya perang dagang antara AS-China dan gejolak geopolitik di sejumlah kawasan.

“Pertumbuhan ekonomi global mengalami penurunan. Semua proyeksi menunjukkan adanya penurunan, diakibatkan perang dagang antara AS-China” kata Presiden Indonesian Youth Updates, Frangky Darwin Oratmangun pada pers di Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Menurutnya, perang dagang antara AS-China merupakan suatu manifestasi di dalam ketegangan antara dua negara ekonomi terbesar dunia jika berlangsung tiada henti maka potensi masuk ke stadium perang ekonomi dengan dimensi-dimensi serta resonansinya meluas.

“Tahun 2020 diproyeksikan tidak memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama ekonomi besar seperti Tiongkok. Hal ini tentu berdampak bagi Indonesia.”

AS dan China merupakan negara eksportir terbesar di dunia. Perang dagang AS-China bisa menjadi peluang dan tantangan bagi kinerja perdagangan Indonesia. Kita dapat memanfaatkan peluang pasar untuk produk ekspor nasional di pasar AS dan China akibat perang dagang kedua negara tersebut.

Apabila AS menghambat perdagangan untuk produk ekspor China, maka memberi peluang bagi produk ekspor Indonesia ke pasar AS. Produk ekspor yang dapat memanfaatkan peluang pasar AS terutama tekstil.

Menurut Indonesian Youth Updates, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, butuh perhatian serius pemerintah Indonesia untuk segera menerapkan ‘Omnibus Law’. Karena diharapkan dapat memperkuat peran investasi dalam negeri dan mendukung implementasi kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan, seperti 16 Paket Kebijakan Ekonomi dan Online Single Submission (OSS).

Dengan menggenjot investasi, bukan hanya luar negeri tapi juga lokal dan daerah. Alhasil mampu mengimbangi penyediaan lapangan kerja bagi anak bangsa, jelasnya.

Ia mengingatkan, bahwa dalam APBN-P 2019 target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,20%. Walaupun realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal IV tahun 2019 baru akan dirilis pada medio Februari 2020, namun hasilnya diproyeksikan tidak akan jauh berbeda dengan realisasi pencapaian pertumbuhan kuartal III tahun 2019 yaitu 5,02 %. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here