Tanah Bersertifikasi Permudah Investor yang Berinvestasi di Kabupaten Jayapura

0
219
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, sedang berdiskusi dengan sejumlah tokoh adat dalam kunjungannya ke salah satu kampung di Kabupaten Jayapura. (Irfan / LintasPapua.Com)

SENTANI (LIINTAS PAPUA) – Kabupaten Jayapura memiliki banyak potensi kekayaan alam yang dapat dilirik oleh investor dan sampai saat ini banyak investor yang sudah membuka usahanya di sektor pertanian dan perkebunan.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, mengatakan, terkadang orang (investor) khawatir mau investasi yang terkendala dengan masalah tanah, karena tanah disini tidak sama dengan daerah lain yang semua tanah dimiliki oleh masyarakat adat.

“Untuk itu, semua kepemilikan tanah masyarakat adat harus disertifikasi, sehingga mempermudah investor yang akan berinvestasi di Kabupaten Jayapura. Sebenarnya sangat mudah bagi investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Jayapura, kuncinya ada pada komunikasi bersama masyarakat adat,” ujar Mathius Awoitauw, kepada wartawan baru-baru ini.

Diakuinya, segala sesuatu yang berkaitan dengan lahan atau lokasi yang akan menjadi sasaran investasi, sebaiknya perlu duduk bicara bersama masyarakat adat di para-para adat dengan melibatkan semua komponen masyarakat terkait.

“Segala sesuatu harus diputuskan di para-para adat (Obhe dalam Bahasa Sentani), tapi kalau bicara di tempat lain itu keabsahan atau kekuatan hukum menurut adat itu tidak kuat. Oleh karena itu, ketika masalah pelepasan tanah adat itu dibicarakan di Kantor Bupati atau di Hotel itu tidak pernah akan menyelesaikan masalah,” bebernya.

Menurut Mathius, jika segala hal yang berkaitan dengan hak ulayat yang akan digunakan untuk berinvestasi dibicarakan di para-para adat, jelas siapa yang mengundang dan pihak-pihak yang hadir duduk bicara adalah orang-orang yang betul-betul berhak bicara di mata adat, tidak semua orang bicara.

Dengan demikian keputusan yang diambil memiliki wibawah adat dan kekuatan yang dapat dipertanggunjawabkan. Sehingga siapapun yang akan berinvestasi di Kabupaten Jayapura dapat membangun komunikasi langsung dengan masyarakat adat, tentu semua akan berjalan lancar.

Dirinya menjelaskan, masyarakat adat sangat mengharapkan pembangunan di wilayah adatnya bisa berkembang cepat. Masyarakat adat punya kerinduan dan ingin sekali untuk menikmati pembangunan seperti halnya di tempat-tempat lain. Hanya bagaimana membangun komunikasi yang baik, kalau komunikasi salah tentu akan menjadi masalah.

Pihaknya melalui kebijakan pemerintah sedang mendorong semua hak-hak masyarakat adat secara komunal itu bisa disertifikasi supaya ada kepastian hukum untuk usaha apapun, jelas sangat membantu meningkatkan peluang investasi di Kabupaten Jayapura. (Irf / LintasPapua.Com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here