Wabup Piter Gusbager : Jangan Hanya Jadikan FKUB ‘Bemper’ Saat ada Masalah’

0
407
Suasana Rapat Persiapan Pembentukan Pengurus FKUB Kabupaten Keerom yang baru yang diikuti tokoh agama Keerom, di ruang Wakil Bupati Keerom, Rabu (11/12/2019) kemarin. (Arief /LintasPapua.Com)

Pesan Wabup Piter Gusbager Saat Rapat Pembentukan Pengurus Baru FKUB Keerom

KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Keerom, akhirnya menggelar rapat persiapan pembentukan pengurus baru untuk menggantikan pengurus FKUB lama yang telah memasuki masa demisioner.

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, selaku dewan Pembina FKUB memimpin rapat tersebut. (Arief / LintasPapua.Com)

 

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, selaku dewan Pembina FKUB memimpin rapat tersebut bersama Kepala badan Kesbangpol Keerom, Minggubandua dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Keerom, Karel F Mambay, SE, MPd.K. Rapat berlangsung di ruang rapat Wabup Keerom, di Keerom, pada Rabu (11/12/2019) kemarin.

Hadir pula pengurus lama FKUB, diantaranya Ketua, Pdt. Karel Sopamena dan jajaran. Selain itu juga nampak para ketua atau utusan dari lembaga keagamaan diantaranya, MUI Keerom, GKI Klasis Keerom, Dekenat Keerom dan PHDI Keerom. Diantaranya Kyai Mahfud Muhdor, Ust. Nursalim Ar-rozy, Pdt. Didi Wahyudi, STh, Pater Guntur, I Wayan Teken, Pdt. Polikarpus, dll.

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, pada kesempatan tersebut mengemukakan bahwa kebebasan beragama adalah amanat undang-undang, karena Indonesia adalah salah satu Negara yang mengatur soal agama. Karena ada banyak Negara yang tidak mengatur soal agama tersebut.

‘’Namun kehadiran pemerintah dalam agama, bukan untuk mengatur atau mencampuri ranah atau marwah agama, namun kehadiran pemerintah adalah untuk memberikan jaminan kepada warga negaranya untuk menjadi pemeluk agamanya masing-masing dan menjamin mereka bisa menjalankan ibadah sesuai agama yang dianutnya masing-masing,’’ungkapnya.

Wakil Bupati juga berharap FKUB hadir untuk menjadi pemain utama dalam menjaga kerukunan dan toleransi beragama di Keerom bersama pihak terkait lainnya. ‘’FKUB ini organisasi unik karena hadir seluruh tokoh agama disini. Maka ini harus menjadi organisasi yang penting dan jangan hanya jadi bemper saat ada masalah saja. Peran FKUB harus lebih dari itu, ini harus dirumuskan dalam program pengurus baru, dan Pemkab Keerom siap mendukung hal tersebut,’’lanjutnya.

Sementara Kepala Kemenag Keerom, Karel Mambay, SE, MPd.K, mengemukakan kehadiran FKUB adalah sebagai forum koordinasi dan silaturahmi bagi para tokoh agama untuk bersama-sama menjaga kerukunan, kedamaian dan toleransi antar umat beragama, melalui kegiatan-kegiatan yang mengarah ke kerukunan tersebut.

‘’Dan pemerintah didalam FKUB ini bukan mengatur namun menjamin dan memberikan dukungan agar FKUB bisa menjalankan fungsi tersebut. Karena FKUB lama telah habis masa bhaktinya maka perlu dilakukan rapat pembentukan pengurus tersebut,’’ujarnya.

Rapat berjalan baik, dan ada penyampaian dari para tokoh agama terkait peran dan fungsi FKUB Keerom yang telah berjalan selama ini. Namun karena ada beberapa agenda terkait utusan dari Klasis Keerom yang dimiliki ada kelebihan jumlah, maka rapat akhirnya diputuskan untuk dilanjutkan pada Selasa mendatang.

‘’Rapat kita lanjutkan pada tanggal 17 mendatang untuk langsung ditetapkan komposisi dan kepengurusan serta penyiapan SK Bupati soal FKUB yang baru. Agar kegiatan safari dan Natal bersama pada akhir desember ini, FKUB kepengurusan baru telah aktif,’’ujar kaban kesbangpol Keerom, Minggu Bandua. (arief/lintaspapua.com)

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here