Putuskan Rantai Penularan Malaria, ‘Mace Keerom’ Canangkan Kejar Parasit

0
448
Sekda Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM, saat membuka kegiatan Malaria Center Keerom atau ‘Mace Keerom’ yaitu pertemuan konsolidasi dan Pencanangan Gerakan ‘Kejar Parasit’ Kader Malaria Kampung, di Skanto, Rabu (11/12/2019) kemarin. (Arief / LINTASPAPUA.COM)

Sekda Keerom Buka Pertemuan Konsolidasi dan Canangkan Program di Distrik Skanto

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Dalam rangka menyukseskan program pemerintah Papua yang akan mengellar PON XX tahun 2020, yaitu program Elmaripa atau Eleminasi Malaria di Papua tahun 2025, maka sekali lagi Malaria Centre Keerom atau yang dikenal dengan ‘Mace Keerom’ kembali mencanangkan program-programnya.

Setelah sebelumnya ada program Gempur Malaria dan Jumat Bersih  maka di Kampung Skanto, tepatnya di balai Kampung Jaifuri (arso III), Rabu (11/12/2019) kemarin, Mace Keerom bersama dinas terkait dan Pimpinan Daerah kembali mencanangkan program ‘Kejar Parasit’ sekaligus menggelar pertemuan konsolidasi bersama kader kader malaria yang ada dibawah Mace Keerom

Sekda Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM, mewakili Bupati Keerom memimpin kegiatan tersebut. Selain itu hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, dr. Ronny Situmorang, Sekretaris DPMK Keerom, J. Purba, Sekretaris Distrik Skanto, Supriyanto, Perwakilan Unicef, Firmas, para kepala kampung atau yang mewakili, kepala puskesmas Arso III, dan pihak terkait serta para kader malaria dan para penyemprot program kejar parasite.

Pada kesempatan tersebut, Sekda dalam rangka menyukseskan program ‘Keerom Bebas Malaria’ dan ‘Papua Bebas Malaria’ yang ditargetkan tahun 2025 mendatang, maka program dan tahapan kegiatan terus dilakukan Mace Keerom dengan dukungan seluruh pihak terkait terutama masyarakat di seluruh kampung di Kabupaten Keerom.

‘’Saat ini di Keerom telah ada Malaria Center yang bertugas untuk membantu masyarakat mengeleminir bagaimana supaya malaria ini berkurang, kita ketahui Keerom sebagai salah satu kabupaten di Indonesia Timur dari data yang diperoleh itu penderita malarianya itu cukup tinggi, termasuk di distrik Skanto ini,’’ujarnya.

Berkaitan dengan itu, maka tahapan-tahapan terkait dengan meminimalkan, memberantas, itu sudah dan akan terus dilakukan Mace Keerom. ‘’Hari ini adalah kegiatan yang kesekian kalinya, sebagai tindak lanjut dari dibentuknya malaria center di Kabupaten Keerom, dan hari ini kita lihat, konsolidasi dilakukan dalam rangka untuk menyamakan persepsi terkait dengan tupoksi dari stoke holder yang terlibat,’’lanjutnya.

Terkait itu maka Pemkab Keerom terus mendukung program tersebut, salah satunya terkait aturan pendukungnya yaitu dikeluarkannya keputusan Bupati tentang penggunaan dana desa atau alokasi dana desa untuk mendukung program-program eleminasi malaria yang digagas Mace Keerom seperti ‘Kejar Parasit’, dll.

‘’Dengan itu maka kita harapkan adanya sinergitas semua pihak, kader malaria yang dibentuk. Kedepan dapat menurunkan angka penderita malaria di Kabupaten terutama Distrik Skanto yang angka penderita Malarianya cukup tinggi. Karenanya pertemuan yang digagas malaria center ini sangat baik untuk membuat distrik dan kampung bersinergi dan melakukan kegiatan yang baik sehingga tujuannya tercapai yaitu bebas malaria, masyarakat sehat, maka dengan itu kita bisa hasilkan generasi cerdas dan unggul sesuai Nawacita Presiden kita Joko Widodo,’’pungkasnya.

Sementara itu Kadinas Kesehatan Kab. Keerom, dr. Ronny Situmorang, menjelaskan untuk mewujudkan Keerom bebas Malaria yang merupakan bagian dari program Papua bebas Malaria Tahun 2025, maka pemberantasan malaria dilakukan secara bertahap dan salah satu fokusnya adalah bagaimana pencegahan di masyarakat untuk tak terkena malaria itu.

‘’Namun sayangnya saat ini masih masyarakat masih banyak yang tak peduli tentang itu misalnya bagaimana tidur mengenakan kelambu, bagaimana sanitasi lingkungannya / saluran air pembuangan sebagai sarang nyamuk,’’ujarnya.

Ia menambahkan kalau soal pengobatan, sejak sudah dulu hingga tetap dilakukan, namun yang penting saat ini bukan masalah pengobatannya namun bagaimana pencegahan dan penularannya yang harus dicegah.

‘’Makanya makna program kejar parasit ini adalah bagaimana malaria yang sudah mengena ke penderita kita usahakan berhenti sampai situ, janganlah dia menyebar atau menular ke orang lain karena nanti secara bersambung menular ke orang lain lagi, jadinya berkepanjangan. Itulah kira kira tahapan yang mau kita laksanakan dengan Kejar Parasit oleh Mace Keerom ini,’’lanjutnya lagi.

Karenanya ia berharap dengan kegiatan tersebut yang melibatkan DPMK Keerom serta aparat distrik dan kampung, diharapkan pemahaman konsep tersebut bisa menurun melalui aparat dan juga masyarakat.

‘’Sekarang saya nggak tau apa masyarakat ini sudah paham atau belum, tapi kita nggak bosan-bosan, bahkan pemerintah sampai membuatkan aturan dan regulasi untuk memungkinkan menggunakan dana desa untuk program ini, misalnya untuk kegiatan kerjabhakti tiap hari jumat, dll, itu sudah bisa dilakukan menyusul dukungan keputusan bupati soal penggunaan DD untuk membantu pemberantasan malaria di kampungnya,’’pungkasnya.

Pada kegiatan tersebut, dilakukan penyerahkan keputusan Bupati soal petunjuk penggunaan dana desa untuk program pemberantasan malaria kepada kepala kampung atau aparat kampung, penyerahan peralatan APD kit kepada kader malaria serta pengenaan rompi, termasuk peralatan semprot kepada petugas penyemprot untuk program Kejar Parasit. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here