Kantor Advokat/Pengacara Gustaf  Kawer dan Rekan Terima Penghargaan Pro Bono Championship 2019

0
439

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Kantor Advokat/Pengacara, Gustaf R.Kawer, S.H, M.Si dan Rekan menerima penghargaan Pro Bono Championship 2019, penghargaan ini didapat dari hasil survei hukum online dari bulan Oktober  –  November 2019., penghargaan ini diberikan pada hari Rabu, 11 Desember 2019, Jam 17.21 WIB di Hotel Bidakara Grand, Jakarta Pusat.

Penghargaan yang diterima bersama dengan beberapa Kantor Advokat yang konsisten memberi Bantuan Hukum Pro Bono, menyisihkan lebih dari 100 Kantor Advokat/Pengacara seluruh Indonesia yang mengikuti survei ini.

Terima kasih untuk semua dukungan saudara, sahabat, teman, dan rekan perjuangan. Biarlah sukacita dan kebahagiaan ini tidak hanya untuk kami tetapi lebih khusus kami persembahkan untuk Masyarakat Papua terutama bagi mereka yang mencintai Rakyat Papua dan terus berkarya untuk mereka. Kami akan terus melayani dengan segala kelebihan, kelemahan dan kekurangan kami dan biarlah Tuhan yang menambahkannya. One heart one soul. Tampak Kantor Advokat/Pengacara, Gustaf R.Kawer, S.H, M.Si dan Rekan menerima penghargaan Pro Bono Championship 2019, penghargaan ini didapat dari hasil survei hukum online dari bulan Oktober  –  November 2019. (*)

Selain itu, salah satu advokat dari Kantor  tersebut, atas nama Yohanes Mambrasar, S.H juga mendapat penghargaan nominator advokat dengan pelayanan Pro Bono Non Litigasi terbaik.

Penghargaan ini diberikan khusus bagi advokat/pengacara yg memberi bantuan hukum cuma-cuma baik pelayanan hukum litigasi selama proses hukum di kepolisian hingga pengadilan, maupun non litigasi/pelayanan hukum diluar pengadilan terhadap masyarakat tak mampu sebagai wujud kewajiban menjalankan mandat UU Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat, Pasal 22 Ayat (1).

“Terima-kasih saya ucapkan untuk Pimpinan dan Staf Hukum Online yang memberikan penghargaan ini. Penghargaan ditengah minimnya apresiasi kepada Kantor Advokat/Advokat  Pemberi Bantuan Hukum Cuma-Cuma (Pro Bono) dan juga dukungan kepada Organisasi Bantuan Hukum, baik apresiasi dari Organisasi Advokat itu sendiri maupun dukungan dari Pemerintah di Tingkat Pusat hingga Daerah kepada organisasi-organisasi Pemberi Bantuan Hukum bagi masyarakat tidak mampu,” kata Pengacara, Gustaf Kawer, dalam kesempatan tersebut.

 

Dijelaskan, dari data Kementerian Hukum dan HAM, hanya 2,5 % dari 100.000 Advokat di Indonesia yang terlibat dalam OBH, bagaimana dengan Kantor-Kantor Advokat yang memberi Bantuan Hukum bagi masyarakat tak mampu.

“saya pikir prosentasenya lebih kecil lagi dari yang tergabung dalam OBH. Begitu pula penyebaran OBH tidak merata di tiap daerah hanya 41 % dan kita di Papua hanya 2 OBH yang terakreditasi. Yang lebih buruk lagi, APBN kita hanya mampu 92.000 Masyarakat Tak Mampu. Ini menjadi “PEKERJAAN RUMAH’ bagi Kantor-Kantor Advokat di seluruh Indonesia untuk membuka ruang pelayanan bantuan hukum cuma-cuma bagi masyarakat tak mampu,” ujar Gustaf Kawer.

Diirnya berpesan, sebagai pengacara  jangan hanya menjadikan Bantuan Hukum Cuma-Cuma hanya kewajiban dalam menjalankan mandat UU Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat.

“Teapi mari kita jadikan sebagai panggilan hati untuk memperhatikan masyarakat tak mampu, sehingga  bukan OBH saja menjadi rumah bagi masyarakat tak mampu yang mencari keadilan, tapi Kantor Advokat dan Advokat juga tampil sebagai garda terdepan bagi masyarakat tak mampu yang mencari keadilan dan Advokat akan tampil memberi solusi bagi Negara dan Organisasi Bantuan Hukum dalam memberikan pelayanan hukum bagi masyarakat luas,’ ungkapnya.

Dalam kesempatyan tersebut, dirinya titipan pesan dari 7 (tujuh) Kliennya  tahanan politik/tahanan makar yang ditahan di Rutan Polda Kalimantan Timur Pasca Rusuh Jayapura,  sudah 2 (dua) bulan mereka dipindahkan dari Jayapura ke Kalimantan,  mereka jadi jauh dari keluarga, jauh dari masyarakatnya dan menjadi jauh dari akses untuk mendapat PROBONO serta Bantuan Hukum Cuma-Cuma dari Organisasi Bantuan Hukum, mereka berpesan kembalikan mereka ke Jayapura atau dalam wilayah Papua. Keamanan daerah  dijamin oleh mereka dan seluruh rakyat Papua.

“Akhirnya Penghargaan ini saya dedikasikan kepada Keluarga, Rekan-Rekan Se-Kantor, Rekan-Rekan Koalisi Penegakan Hukum dan HAM Untuk Papua, Jaringan Kerja Bantuan Hukum Nasional   dan Internasional serta Masyarakat Tak Mampu/Korban Pelanggaran HAM di  Seluruh Papua. Tuhan berkati kita semua,” ucap Gustaf Kawer mengakhiri sambutannya saat menerima Penghargaan Pro Bono Award. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here