JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  “Sa mau jadi guru”
“Sa mau jadi dokter”, Demikian celoteh gembira anak-anak asli Papua dari Suku Korowai yang tinggal Panti Asuhan Syalom, Kabupaten Keerom saat berbincang dengan Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar, Rabu (11/12/2019).

Anak-anak asli Papua dari Suku Korowai yang tinggal Panti Asuhan Syalom, Kabupaten Keerom saat berbincang dengan Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar, Rabu (11/12/2019). (ISTIMEWA)

Disela kunjungannya ke Jayapura dalam rangka menghadiri pembukaan Konsultasi Publik : Rencana Aksi Daerah (RAD) Sustainable Developments Goals (SDGs), Billy menyempatkan untuk berkunjung ke panti asuhan binaan keluarga sahabatnya, Yosua.

Suku Korowai adalah salah satu suku asli Papua yang tinggal di daerah pendalaman Papua. keberadan suku Korowai baru diketahui sekitar 35 tahun lalu. Beberapa sumber menyebutkan suku tersebut melakukan kontak dengan dunia luar pada tahun 1978 saat bertemu misionaris Belanda, Johannes Veldhuizen.

Letak geografis dan terbatasnya akses jalan darat membuat banyak anak-anak Suku Korowai kesulitan memperoleh fasilitas pendidikan dan kesehatan.

“Kebahagiaan tersendiri buat saya dalam momen menjelang natal ini, adalah bisa bermain dengan adik-adik Suku Korowai, dan membuat mereka tersenyum” kata Billy.

Tak sekedar memberikan buah tangan berupa peralatan sekolah, makanan dan pakaian, Billy juga membacakan cerita tentang kelahiran Yesus, menggunakan buku bergambar.

Dalam kesempatan yang sama, Billy juga menginisiasi donasi terbuka guna mendukung operasional Panti Asuhan Shallom.

Hasil donasi itu akan digunakan untuk beasiswa 100 anak Suku Korowai untuk melanjutkan pendidikan di jenjang SMP dan SMA, pengadaan mobil usaha untuk menghidupi pengajar disana, serta penambahan ruang kelas.

“Saya berharap beasiswa dapat menjadi langkah akselerasi pendidikan anak-anak suku Koroway ini. Terbukanya akses pendidikan dapat memperbesar peluang anak-anak Korowai meningkatkan kualitas hidup,” ujar alumnus terbaik Australia National University tahun 2015 ini dan kemudian melanjutkan studinya dengan beasiswa, di Universitas Oxford, Inggris.

Pria kelahiran Yapen, Papua ini memang menaruh perhatian lebih pada poin pendidikan. Alumnus Institut Teknologi Bandung ini berprinsip semua orang berhak memperoleh pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

“Berkaca dari pengalaman pribadi, pendidikan dapat mengubah hidup saya menjadi lebih baik. Saya percaya bila seorang Billy bisa, maka anak Papua yang lain pasti bisa,” ujar Billy.

Billy optimis, dengan memperoleh pendidikan yang baik, anak-anak Suku Korowai dan anak-anak Papua lain dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Oleh sebab itu, bersama Yayasan Katong Bisa, Billy memberikan edukasi berkesinambungan sekaligus literasi kewirausahaan. Yayasan Katong Bisa juga menyalurkan bantuan permodalan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pelatihan-pelatihan berkala.

“Saya rutin berdiskusi dengan anak-anak muda Papua dan banyak mendapatkan ide-ide segar dari mereka. Bila ide tersebut dapat dieksekusi dengan baik, saya rasa akan memberikan dampak besar bagi pembangunan Papua,” kata Billy. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here