SENTANI (LINTAS PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, meminta alumni Diklat PIM III angkatan IV serta Diklat PIM IV angkatan VII dan VIII tahun 2019 dapat menjadi agen perubahan birokrasi saat kembali ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing. Diklat PIM III diikuti 26 orang peserta dan Diklat PIM IV diikuti 52 orang peserta.

Permintaan ini disampaikan Mathius Awoitauw saat menutup Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III (Diklat PIM III) angkatan IV serta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV angkatan VII dan VIII (Diklat PIM VII dan VIII) tahun 2019 Provinsi Papua di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura, Senin (9/12/2019) kemarin siang, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, saat melepas atribut peserta kepada dua perwakilan peserta Diklat PIM III Angkatan IV serta Diklat PIM IV angkatan VII dan VIII tahun 2019 Provinsi Papua di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura, Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (9/12/2019) kemarin siang. (Irfan /LPC)

Kata Mathius, sebagai seorang pegawai harus menunjukkan integritas, kedisiplinan dan loyalitas terhadap pekerjaan yang diembannya. Karena, ASN hadir mewakili negara guna memberikan pelayanan publik bagi masyarakat. Sebab itu, setiap ASN wajib berkontribusi lewat pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan sampai mengikuti Diklat ini sebagai formalitas dalam mengejar jabatan saja. Tetapi, hendaknya melalui pengetahuan yang didapat saat mengikuti Diklat dapat menuntun seorang ASN mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan Standar Minimum Pelayanan,” tegas Mathius.

Dengan demikian, Mathius juga berharap persoalan pelayanan publik kepada masyarakat oleh negara lewat ASN di Kabupaten Jayapura dapat menjadi lebih baik. Termasuk perbaikan layanan bagi masyarakat lewat distrik-distrik yang akan menjadi pusat pelayanan publik.

“Saya ucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya seluruh proses Diklat PIM yang berlangsung tiga bulan lebih. Semoga alumni peserta Diklat mampu menjadi ASN yang berkualitas berdasarkan pengetahuan yang telah diperoleh saat mengikuti Diklat PIM kali ini,” tutupnya.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jayapura, Alex Rumbobiar kepada wartawan usai penutupan Diklat PIM menjelaskan, ke depan pihaknya terus akan melakukan peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN).

“Kami telah melakukan sejumlah Diklat PIM sepanjang tahun 2019. Dalam penilaian BKPSDM Provinsi Papua, kami di nilai mampu dan layak melakukan Diklat PIM seperti ini,” imbuhnya.

Menurut Alex, pihak BKPSDM Kabupaten Jayapura masih merencanakan untuk melakukan Diklat PIM di tahun depan. Namun, Diklat PIM tahun 2020 itu lebih di fokuskan pada Diklat yang bersifat tekhnis guna menjawab kebutuhan peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN).

Sementara itu, salah seorang peserta Diklat PIM IV angkatan VII, Jack J. Puraro, S.Pd menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada pihak BKPSDM Kabupaten Jayapura, BKPSDM Provinsi Papua, Polres Jayapura dan pihak-pihak lain yang telah mendidik dan membina peserta Diklat PIM.

“Saya melihat bahwa Diklat PIM merupakan suatu proses yang sangat baik, dimana melalui Diklat PIM dapat menyiapkan seorang ASN unggul guna menjadi pemimpin di masa depan,” sebutnya.

Dirinya mengakui, bahwa selama mengikuti Diklat PIM ada banyak pengetahuan dan pengalaman yang di dapat, untuk menjadi bekal bagi perjalanan karier sebagai ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura dan dimana saja bertugas. (Irf /LintasPapua.Com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here