Kegiatan Pembukaan pelatihan kewirausahaan Bagi KUKM di Kabupaten Keerom, yang dilaksanakan di Gedung Pramuka, Arso Swakarsa, Senin (9/12) kemarin. (Arief /lintaspapua.com)

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Untuk meningkatkan kemampuan dan meningkatkan kualitasnya, sebanyak 90 pelaku usaha kecil dan menengah di Kabupaten Keerom menerima pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Papua dan Disperindagkop Keerom.

Asisten III Setda Keerom, Drs. Edi Buntan mewakili Bupati Keerom membuka kegiatan tersebut di Gedung Pramuka pada Senin (9/12) kemarin. Selain itu hadir pula Kadis Perindagkop Keerom, Marten Simbong, dan perwakilan dari Balatkop dan Diklat Prov. Papua, widyaswara, dan LSM bidang koperasi, Selain peserta, turut hadir pula para Widyaswasra, Balatkop dan Diklat Prov, LSM bidang kopresasi dan UKM.

Asisten III, Edi Buntan saat membawakan sambutan Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MSi, mengemukakan bahwa kegiatan Pelatihan kewirausahaan tersebut dilaksanakan serentak pada 7 kabupaten/kota di Provinsi Papua termasuk yang dilaksnakan di Keerom, kemarin.

‘’Dalam rangka mewujudkan kualitas ekonomi rakyat, di era otonomi khusus pada saat ini, bahwa program pemerintah kita meliputi pembangunan ekonomi kerakyatan yang banyak bergerak di sector riil, salah satunya adalah pemberdayaan SDM, hal ini merupakan skala prioritas untuk meningkatkan kualitas ekonomi, koperasi dan UKM, untuk meraih pangsa pasar dan bersaing secara kompetitif dengan dunia usaha lainnya,’’ungkapnya.

Untuk itu ia meminta para pengelola koperasi dan UKM di daerah ini harus dan berbuat sesuatu untuk kemajuan dirinya sendiri, keluarga maupun kelompok, sehingga secara ekonomi, akan bertumbuh dan berkembang, dalam kehidupan rumah tangga yang semakin baik dan dapat menjadi pelaku usaha yang mandiri, dan secara makro akan memacu pertumbuhan ekonomi daerah,

‘’Apabila kita cermati kembali, potensi sumber daya di daerah ini, banyak yang dapat dimanfaatkan oleh koperasi dan UKM, sehingga akan memperoleh nilai tambah, bagi pendapatan ekonomi yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan pembangunan ekonomi di daerah dapat tumbuh dan berkembang,’’lanjutnya.

Ia juga menilai perkembangan koperasi dan UKM pada dewasa ini di tujuh kab/kota se-Provinsi Papua ditunjang oleh beberapa potensi daerah yang dapat mendongkrak perekonomian rakyat, melalui berbagai inovasi dan kreativitas produk yang tentunya akan mendatangkan manfaat ekonomi yang lebih baik, jika dapat dikelola atau diproduksi secara berkualitas.

Pada kesempatan ini, dengan diselenggarakan pelatihan ini, tentunya memiliki maksud dan tujuan, seperti :

  1. Meningkatkan pemahamna koperasi dan kewirausahaan untuk mampu meningkatkan kemampuan teknis SDM-nya.
  2. Meningkatkan kemampuan manajerial, bagi SDM Kop UKM dalam mengembangkan usahanya.
  3. Meningkatkan keterampilan bagi SDM Koperasi dan UKM, melalui pelatihan vocasional sehingga berdampak pada pengelolaan usaha di sector riil.
  4. Meningkatkan koordinasi antara pelaku ekonomi dalam pengembangan uisaha, penciptaan peluang usaha dan pasar.

Sementara itu, panitia kegiatan dalam laporannya mengemukakan kegiatan tersebut dilaksanakan menggunakan sumber dana DAK tahun 2019, digelar selama 2 hari dan dilaksanakan di Gedung Pramuka, Arso Swakarsa, Kab. Keerom. Dengan jumlah peserta dari Kab Keerom sebanyak 90 orang.

‘’Pelatihan dilaksanakan sebanyak 24 jam pelajaran pelatihan kewiraudahan bagi koperasi, manajemen kop, kiat sukses KUKM, fisibility study, pencatatan transkasi dan lainnya. Adapun pemateri berasal dari perindagkop dan balatkop, Perbankan, Praktisi serta instruktur lain,’’pungkasnya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here