JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Manajer Galanita Persipura Usman Wanimbo menumpahkan kekecewaannya lewat media massa, menyikapi sikap PSSI yang dinilai tak mengacu pada regulasi FiFA dan AFC.

Dia pun menilai ada oknum di tubuh PSSI yang dengan sengaja dan patut diduga ingin menciderai kompetisi sepak bola putri, yang baru pertama kali diikuti oleh Galanita Persipura tersebut.

“Bahkan saat pertandingan leg kedua di Kabupaten Biak lawan PS Tira. Dimana pertandingan di mulai pukul 15.00 WIT dan saat masih memungkin untuk dilakukan perpanjangan waktu, namun tidak dilakukan. Wasit pun malah memerintahkan untuk adu penalti”,

“Alhasil kita menolak keras itu dan para pemain kita pun keluar dari lapangan. Kami bingung karena dari surat yang dikirim ke kami itu tertulis Persipura lawan Persib Bandung, yang seharusnya Persipura versus PS Tira. Jadi kami melihat surat itu tidak benar, kemudian kami menolak dan malamnya kami enggan menandatangani surat itu,” kata dia di Jayapura, Senin (9/12/2019).

Oleh sebab itu, tambah Usman, pihaknya merasa dirugikan dengan hal tersebut karena sikap PSSI tidak mengacu pada regulasi dari FIFA dan AFC.

Sementara Manajemen Persipura memastikan segera melayangkan surat protes ke PSSI karena tidak menerima keputusan yang mengharuskan laga leg kedua antara Persipura versus PS Tira yang kemudian diselesaikan dengan cara adu pinalti.

Sekretaris Umum (Sekum) Persipura Jayapura, Rocky Bebena mengatakan, regulasi atau aturan dari federasi sepakbola dunia atau FIFA tertuang dengan jelas pada pasal 9 dan 10, dinyatakan apabila dalam satu grup terdapat dua tim memiliki poin yang sama, maka untuk menentukan pemenang akan dilihat dari jumlah gol kemasukkan dan memasukkan.

“Kalau kemasukkan dan memasukkan sama enam gol, selanjutnya dilihat dari jumlah gol tandang. Persipura memiliki gol tandang lima, sedangkan PS Tira hanya dua gol. Kalau secara regulasi, Galanita Persipura sebenarnya sudah lolos ke Final”.

“Sebab pada leg pertama, Persipura berhasil meraih kemenangan 5-4 atas tuan rumah PS Tira, dan pada leg kedua, Persipura kalah 1-2 di kandang Persipura,” kata dia.

Seharusnya, sambung dia, PSSI mengikuti regulasi yang ada dan bukan memutuskan diselesaikan lewat adu pinalti.

“Keputusan pinalti ini yang kami protes. Saya pun sudah sampaikan ke Sekjen PSSI Ratu Tisha, bahwa lebih baik kami disanksi karena mengikuti aturan dan regulasi daripada tetap menjalankan surat dari PSSI yang mana melanggar aturan dan regulasi yang sudah ditetapkan,” ucap dia.

Rocky berharap surat bernomor 5308/AGB/1641/XII-2019, yang tertulis bahwa pertandingan semifinal dua leg Liga 1 Putri 2019 digelar tanpa memperhitungkan agregat gol tandang, dapat dicabut oleh PSSI.

Sebab bila tidak manajemen Persipura siap membawa PSSI ke badan Arbitrase Nasional Indonesia.(win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here