Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, saat diwawancara. (Irfan /LintasPapua.Com)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, mengatakan jangan ada aparatur sipil negara (ASN) yang korupsi waktu dengan pulang lebih cepat dari yang seharusnya.

Untuk itu, Mathius meminta kepada seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemkab Jayapura untuk selalu tertib waktu dalam menjalankan tugasnya sebagai aparatur pemerintah.

“Sudah mulai dari korupsi waktu, jadi saya minta kepada seluruh ASN di Kabupaten Jayapura agar benar-benar memanfaatkan waktu sesuai dengan tanggung jawabnya sebagai aparatur pemerintahan,” katanya saat Apel Senin Pagi yang bertepatan dengan Peringatan Hari Korupsi Sedunia yang tiap tahunnya diperingati setiap tanggal 9 Desember, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (9/12/2019) kemarin.

Ia juga menyinggung kedisiplinan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam hal menggunakan waktu. Misalnya, berkaitan dengan apel atau upacara bendera setiap hari Senin yang sebenarnya wajib diikuti oleh seluruh ASN. Tapi, nyatanya masih ada sebagian ASN di lingkungan Pemkab Jayapura yang tidak mengikuti apel upacara bendera tersebut. Hal ini menurut orang nomor satu di Kabupaten Jayapura itu merupakan bagian dari korupsi waktu.

“Saya juga sudah perintahkan kepada semua pimpinan OPD terkait dengan kedisiplinan pegawai nya,” tegas Mathius.

Menurut Mathius, ketidakdisiplinan ASN itu merupakan salahsatu bentuk ketidakkonsistenannya untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai ASN, sebagaimana yang telah diikrarkan dalam sumpah janji ASN. Dimana, tugas utamanya adalah bekerja untuk bangsa dan negara, melayani publik atau masyarakat. Karena negara juga sudah memberikan jaminan-jaminan hidup kepada setiap ASN.

“Jadi kalau kita tidak menjaga keseimbangan itu berarti kita sudah lalai dalam tugas-tugas itu,” tuturnya.

Dirinya mengakui kalau bicara mengenai kedisiplinan dari setiap ASN di Pemerintah Kabupaten Jayapura memang belum 100 persen. Tetapi, selaku pimpinan daerah di Kabupaten Jayapura ia mempunyai kewajiban untuk terus memberikan dorongan terhadap ASN agar dapat bertanggungjawab dalam setiap menjalankan tugasnya sebagai ASN terlebih khusus dalam hal penggunaan waktu.

“Tidak ada alasan untuk anda tidak hadir, karena anda juga sudah diberikan segala fasilitas oleh Negara. Jadi harus seimbang lah kontribusinya,” akunya.

Ketika disinggung mengenai pengelolaan keuangan dari masing-masing OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Jayapura sejauh ini, menurutnya hal itu pencapaiannya masih termasuk dalam kategori baik. “Hanya ada satu atau dua saja yang melanggar, tetapi masih bisa diatasi,” tutupnya.

Untuk diketahui, kinerja ASN di Indonesia masih memprihatinkan. Sejumlah upaya Pemerintah untuk menggenjot internal birokrasi sudah dilakukan, di antaranya mengubah jumlah dan jam kerja, dari enam hari menjadi lima hari kerja. Namun kenyataannya, “korupsi waktu” di kalangan ASN masih berlanjut.

Korupsi tidak hanya berwujud merugikan materi harta benda saja. Korupsi juga bisa berwujud mengurangi produktivitas secara sengaja, sehingga target atau kewajiban seseorang tidak terlaksana dengan baik. (Irf / LintasPapua.Com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here