Inilah Tindakan Nyata Peduli Imunisasi Polio di Papua, Bupati Jayawijaya Berikan Tetesan Imunisasi Pertama ke Dokter

0
323
Bupati Jayawijaya, John Richard Banua, SH, M.Si., saat mengajak anak di wilayah kabupaten Jayawijaya untuk imunisasi, dengan memberikan tetes pertama kepada para dokter, untuk menepis ketakutan anak terhadap imunisasi. Tampak saat Bupati Jayawojaya berikan vaksin imunisasi polio kepada anak - anak. (Fransisca / lintaspapuacom)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Ada beberapa macam upaya untuk memberikan pendekatan Imunisasi Polio kepada anak, mulai dari media mengambar anak, memberikan contoh imunisasi, bermain ular tangga bagi semua golongan(orang tua, remaja, hingga anak), jalan sehat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Provinsi Papua,  dr. Aron Rumainum, saat diwawancara. (Fransisca / lintaspapua.com)

Setelah publik ingin tahu lebih banyak lagi dimana pelayanan imunisasi itu di berikan? Siapakah yang harus di hubungi atau di datangi? Berikut penjelasan Dinas Kesehatan Papua, Senin (9/12/2019)

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr.Aron Rumainum,  mengatakan , bahwa  masyarakat bisa datang ke Puskesmas terdekat, untuk mendaftarkan diri, sekaligus mendapatkan jadwal Posyandu.

“Karena imunisasi Polio di berikan pada saat jadwal bulanan di Posyandu wilayah masing-masing, kalau ada yang baru pindah, segera daftarkan diri ke Posyandu, agar anak usia 0-15 terhindar dari lumpuh layu Polio,”ujar , dr.Aron Rumainum.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia(IDAI) Provinsi Papua, Dr. Renny Hariati, Sp.A., saat diwawancara. (Fransisca / lintaspapua.com)

Sementara itu, kisah lain dilakukan oleh IDAI Papua, Yaitu mengajak anak menyampaikan imajinasinya sediri melalui mewarnai dan mengambar sendiri, hal ini di sampaikan Ketua ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Provinsi Papua, Dr. Renny Hariati, Sp.A

“IDAI dengan cara kreatifnya memberikan saran pendekatan kepada anak dengan media  mewarnai, di perkenalkan dengan gambarannya sendiri mengenai polio dari pemikiran anak itu sendiri,” tuturnya.

Bupati Jayawijaya, John Richard Banua, SH, M.Si., menyadari kebutuhan anak-anak akan pentingnya Imunisasi. (Fransisca / LPC)

Sementara itu, Bupati Jayawijaya, John Richard Banua, SH, M.Si., saat mengajak anak di wilayah kabupaten Jayawijaya untuk imunisasi, dengan memberikan tetes pertama kepada para dokter, untuk menepis ketakutan anak terhadap imunisasi

“Awalnya banyak anak menangis, kemudian saya panggil dokter yang bertugas, saya berikan tetes pertama imunisasi Polio, setelah itu saya tanya pak dokter bagaimana? Sakit kah? pak dokter menjawab, enak manis. baru setelah itu anak-anak berbaris mau di imunisasi,”ujarnya sambil tertawa mengingat peristiwa itu.

Perwakilan misionari, Paroki Hepuba Pastor John Jonga Pr, mengatakan pihak gereja menyambut setiap pelayanan kesehatan khususnya masyarakat kampung yang biasa sulit di jangkau, bertemu hari minggu pada ibadah minggu. (Fransisca / lintaspapua.com)

Perwakilan misionari, Paroki Hepuba Pastor, John Jonga Pr, dengan senang hati bermain ular tangga bersama kepala kampung dan masyarakat setempat, selain mengundang tawa saat bermain, masyarakat mengenali apa itu Polio melalui pertanyaan kolom ular tangga berhadiah gula-gula.

Para Pelajar Saat Kampanye Imunisasi Polio di Kota Jayapura. (Fransisca / lintaspapua.com)

“Menarik sekali permainan ular tangga ini, kita jadi tau apa itu polio, imunisasinya di Posyandu, untuk anak-anak kita usia 0-15 tahun, penyakitnya menakutkan hingga membuat lumpuh,”jawabnya sambil tersenyum. (Fransisca/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here