Semua Pihak Ikut Peduli Dalam Upaya Pengentasan Imunisasi Polio di Provinsi Papua. (Fransisca /lintasPapua.

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Mendekati target 95  persen (%) cakupan imunisasi Polio putaran kedua di tanah Papua, Dinas Kesehatan Provinsi bersama Mintra UNICEF dan Gapai secara kompak merangkul seluruh pihak untuk kampanyekan pemerataan imunisasi Polio.

Suasana Perawat Puskesmas Kama, Lince Hubi, saat memberikan vaksin polio kepada anak – anak di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. (Fransisca / lintaspapua.com)

Pesan Kampanye tersebut melibatakn tokoh agama, bidang kesehatan, komunitas, anak muda hingga akademisi, guna mendiskusikan wacana pembentukan Forum Konsultasi Mitra Imunisasi yang melibatkan berbagai mitra lintas sektor, di laksanakan dalam diskusi bersama di  Furia Corner Kotaraja, Jumat (6/12/2019)

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia(IDAI) Provinsi Papua, Dr. Renny Hariati, Sp.A., saat diwawancara. (Fransisca / lintaspapua.com)

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia(IDAI) Provinsi Papua, Dr. Renny Hariati, Sp.A., menyampaikan, bahwa  komitmen dan dukungannya seluruh IDAI dari Provinsi Papua, Kota dan Kabupaten Jayapura siap menyelesaikan target pemerataan imunisasi Polio di Papua.

 

“Kami seluruh Angota sangat komit, dengan semangat berkolaborasi bersama sama, menginginkan cakupan imunisasi putaran kedua bisa mencapai target minimal 95 persen (%), kita tidak sendiri bisa bergabung dengan UNICEF, bersama dengan Pemda, untuk bisa kita bergerak bersama di last minute,”Kata dokter yang mengatasi 20 kasus lebih lumpuh layu/Polio tahun 2019.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Provinsi Papua,  dr. Aron Rumainum, saat diwawancara. (Fransisca / lintaspapua.com)

Sementara itu,  Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Provinsi Papua,  dr. Aron Rumainum menjabarkan,  kesimpulan dari pertemuan siang itu, dengan membentuk beberapa tim sekaligus menjadi tim penasehat pelaksana Imunisasi dengan sasaran utama daerah pegunungan.

 

“Sudah ada tim adviso atau tim penasehat imunisasi yang terbentuk di harapkan dapat memberikan imunisasi yang konstruktif kepada Bapak Gubernur atau Bapak Bupati, terutama daerah imunisasi Polio cakupannya masih kurang,” jelas Dokter Asal Biak Numfor ini.

Ditambahkan, bahwa pihaknya sudah sepakat, karena terdiri dari lintas sektor, ada agama, ada adat. “Cuman kita mau kembangkan lebih jauh lagi terutama di kabupaten wilayah pegunungan, karena masalah imunisasi ini (Polio) ada disana,” jelasnya. (Fransisca/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here