Suasana kegiatan pembukaan, tes tertulis dan wawancara bagi calon penyuluh agama non PNS yang digelar panitia seleksi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Keerom, kemarin (8/12/2019) di Arso VI, Keerom. (Arief /LPC)

Karel Mambay : Wajib Berpengetahuan Agama Juga Harus Paham Tentang 4 Pilar Kebangsaan

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Sebanyak 19 orang dari 20 yang dijadwalkan, mengikuti kegiatan seleksi penerimaan calon penyuluh agama islam non PNS tingkat Kabupaten Keerom. Panitia Seleksi dari unsur Kantor Kementerian Agama Kabupaten Keerom, menggelar kegiatan seleksi di kompleks sekolah yayasanh Al-Muhtadin, Arso VI, Kab Keerom, pada Minggu (8/12/2019) kemarin.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Keerom, Karel F. Mambay, SE, MPd.K, bersama Ketua MUI Keerom, Kyai Mahfud Mudhor, dan panitia hadir pada acara pembukaan. Sementara dari peserta nampak berasal dari beberapa distrik dan kampung yang ada di Keerom.

Karel Mambay, saat pembukaan menyampaikan bahwa kegiatan seleksi yang dilakukan tersebut dilakukan secara nasional melalui Kantor Kemenag di Kab/Kota seluruh Indonesia. Termasuk dalam pelaksanaan ujian tertulis dan wawancara juga dilakukan secara serentak pada pukul 08.00 WIB.

‘’Karena dilakukan serentak, maka kita yang di Keerom dan yang ada di wilayah timur menggelar pada pukul 10.00 sehingga berjalan serentak dengan wilayah Indonesia lainnya. Peserta tentunya harus memiliki dasar pendidikan agama islam atau minimal telah berkecimpung dalam bidang keagamaan islam dalam beberapa tahun terakhir,’’ujarnya.

Usai kegiatan pembukaan, Karel Mambay, mengemukakan kepada media bahwa, kepada penyuluh atau calon penyuluh akan diberikan dua pokok materi ujian tertulis maupun ujian wawancara. Yaitu menyangkut ilmu pengetahuan agama islam serta ilmu pengetahuan umum khususnya menyangkut peran 4 pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonsia (NKRI).

‘’Untuk materinya tentu saja selain masalah agama islam yang harus mereka ketahui juga menyangkut 4 pilar kebangsaan. Kenapa ini menjadi syarat, karena sebagai penyuluh, nantinya mereka lah yang akan menjadi kunci atau jawaban jika ada masalah apa saja yang terjadi dan berkembang di masyarakat. Termasuk masalah-masalah keagamaan, social kemasyarakatan juga masalah wawasan kebangsaan, jadi pengetahuan inilah yang harus dimiliki,’’ujarnya.

Sesuai jadwal dari panitia kegiatan seleksi atau tes dijadwalkan dalam dua sesi yaitu sesi ujian tertulis dan sesi ujian wawancara. Adapun materi tertulis dilaksanakan terlebih dahulu sedangkan untuk materi wawancara akan diujikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama dan Ketua MUI Keerom.

‘’Sebenarnya tahapan pendaftaran dimulai dari seleksi administrasi, sebanyak 24 pendaftar, setelah diseleksi ternyata 20 yang memenuhi syarat, dan 19 yang hadir ikut seleksi hari ini, Selanjutnya ada 16 orang yang akan lulus kemudian di SK-kan oleh Kemenag Provinsi Papua, dan mereka akan menjadi penyuluh untuk masa waktu 5 tahun dimulai per 1 Januari 2020 nanti,’’jelasnya.

Sementara Kabid Bimmas Islam, Kamal Asnath, selaku panitia, mengemukakan bahwa hasil dari seleksi akan diketahui pada tanggal 23 Desember mendatang. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here