AMPERA Tolak Sikap Australia, Dukung Pemekaran Wilayah di Papua

0
197
Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Rakyat (Ampera) Papua menolak sikap Australia dan mendukung Pemekaran Wilayah di Papua.. (Fransisca / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Rakyat (Ampera) Papua menolak sikap Australia dan mendukung Pemekaran Wilayah di Papua.

Ampera meminta pemerintah mengambil sikap atas kejadian pengibaran bendera bintang Kejora menjelang 1 Desember 2019 kemarin di Gedung Balai Kota Leichhardt Sidney, Australia pada 29 November 2019, sebab  tidak menghargai NKRI, sekaligus mendukung pemekaran wilayah di Papua, Seluruhnya di tegaskan dalam jumpa pers, Rabu (4/12/2019) bertempat di restoran Gracia Jayapura .

Ketua Umum Ampera Papua, Stanley Salamahu Sayuri. , mengungkapkan apa yang terjadi di Australia tidak menghargai NKRI, kurang mendukung kedaulatan NKRI.

“Ada proxy war yang dilakukan Australia, perang secara tidak langsung dilakukan kapitalis asing yang ‘bermain’ di tanah Papua hari ini, Australia tidak menghargai dan menghormati kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga komitmen Australia dalam mendukung kedaulatan NKRI patut dipertanyakan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, melalui organisasi Ampera ini, Stenly mencermati perkembangan otsus Papua, dan setuju dengan pemekaran sebagai jalan keluar dari ketimpangan yang ada.

“Mengingat selama kurun waktu 2001-2019 sudah 18 tahun Otonomi Khusus (Otsus) diberlakukan, pembangunan SDM, jaminan kesehatan, pembangunan infrastruktur dan ekonomi kerakyatan khususnya Orang Asli Papua (OAP) masih mengalami ketimpangan. Sehingga, wajar jika ada masyarakat Papua yang ingin menuntut pemekaran sebagai solusinya,” jelasnya. (Fransisca/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here