Titus Pekei adalah Pencetus gagasan noken bukan tanpa konsep tetapi punya jejak hidup dari sejak lahir dan besar bersama noken karena digendong dalam noken dan hingga dewasa membawa noken kemana pun pergi. Dengan Noken, segala permasalahan hidup bisa teratasi lantaran menjiwai nilai dasar yang terkandung dalam Noken.. (https://tolipos.wordpress.com/2018/10/24/manusia-noken-dan-karya-budaya/ )

Selamat Merayakan Hari Noken Warisan Dunia Ke-7 (Tujuh) “KALUNGKAN NOKEN WARISAN BUDAYA DUNIA DALAM MENGHADAPI SEGALA PERKARA DI TANAH INI”

Oleh : Titus Pekei (Pencetus Penggagas Noken ke UNESCO.

Salam Noken!

Salam Men, Halombo, Kangke, Toye, Inawe-faru, Rota, Kakabo, Yuta, Kwok, Rotasua, Efa Fru, Ndumb, Agiya, Kemaombo, Wii, Etaa, Ese, Suu, Sum, Yum, Taware, Kamboti, Irwa, Kabu, dan lain boleh tambahkan…
Tanah Ini adalah Tanah Papua yang kaya dengan berbagai potensi sumberdaya alam.

Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Jokowi, Keduanya memakai Noken Papua. (Biro Pers Setpres)

Tidakkalah penting juga memiliki potensi kekayaan ragam warisan budaya luhur yang unik, khas dan tak tergantikan. Merupakan keadaban manusia Papua di tanah ini. Warisan budaya yang diluhurkan turuntemurun hingga sampai generasi sekarang dan masa depan.

Pada hari ini posisi ragam budaya Papua dihadapkan pada tantangan serius – menuju kepunahan ketika negara Indonesia aneksasi Papua sejak tanggal 1 Mei 1963 namun tidak ada arti penting untuk melestarikan, melindungi dan mengembangkan “Ragam Budaya Tanah Papua”.

Ragam budaya tanah ini sudah tercecer kemana-mana tanpa control menjadi agen yang kian hari hancur di rusak dan bakar tak berbekas di tujuh wilayah adat Papua. Faktanya, tanah tumbuhnya hutan bahan baku warisan budaya Papua dibabat tanpa pertimbangan untuk menanam kembali atau budi-daya lewat dinas kehutanan dan lingkungan hidup, tampaknya merestui kepunahan ragam budaya Papua. Otoritas Dewan Adat Papua dilemahkan menurut kepentingan Jakarta.

Tanah ras Melanesia berupaya untuk klaim menggabungkan dengan pulau lain. Warisan leluhur tanah ini menuju di ambang kehancuran identitas jati-dirinya. Mereka selalu kalungkan noken ditubuhnya. Pihak tertentu tidak hargai justru curigai, adu-domba dan klaim kepentingan penuh rekayasa sejarah, ras, artefak hubungkan masa lampau seakan benar penuh rekayasa bias substansi.

ILUSTRASI NOKEN PAPUA, DIANTARA HUT 45 TAHUN SMA YPPK TERUNA BAKTI WAENA, Sabtu (03/09/2016) (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com)

Penghuni tanah ini adalah mereka yang memiliki tarian, ukiran, pahatan dan kesenian serta kerajinan tangan masyarakat Papua. Keunikan dan kekhasan telah terajut dan teranyam kuat sebagai pemersatu penghuni tanah ini dari masa ke masa sampai kedepan. Merupakan warisan budaya takbenda yang menjadi potensi andalan manusia tanah ini.

Pada Hari Ulang Tahun Noken ke-7 (tujuh) evaluasi posisi Noken Warisan Luhur Papua. Ternyata, setiap saat dirobek, dirusak dan dimusnakan dengan berbagai bentuk dan cara tanpa jaminan negara Indonesia atas Noken Warisan Budaya Takbenda, 4 Desember 2012 kini Rabu 4 Desember 2019.

Noken adalah buah talenta mama-mama Papua. Pada hari Selasa tanggal 4 Desember 2012 tercatat dalam sejarah warisan budaya dunia. Di Markas UNESCO Paris France. Komunitas kebudayaan dunia mengakui keringat mama-mama perajin noken rajut, noken anyam dan noken nyulam dari tanah Papua.

Dibahas dan diakui menjadi warisan budaya takbenda yang terdaftar dalam “memerlukan pelindungan mendesak” karena Noken Papua sedang menuju Kepunahan.Tugas dan tanggung jawab negara Indonesia adalah menyelamatkan noken sesuai Konvensi 2003 tentang Perlindungan Warisan Budaya Takbenda, (Pasal 17).

Ilustrasi Penjual Noken Papua di Kota Timika (Eveerth Joumilena / LintasPapua.Com)

Fakta hari ini, warisan budaya Papua dan/atau warisan budaya dunia tidak ada nilai penting oleh aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) ditanah Papua, atas nama “TNI Pelindung Rakyat” dan “Polisi Pengayom rakyat” telah melakukan hal sewenang-wenang untuk memeriksa dan mengambil sepihak atribut budaya Papua. Merupakan cara-cara manusia yang tidak berbudaya, beradat atas nama jabatan keamanan negara merampas atribut budaya lokal tanpa hargai kearifan sosial budaya lokal.

 

Setiap tanggal 1 Desember selalu menjadi proyek keamanan (TNI/POLRI) di tanah Papua. Pada hari noken ke-tujuh ini menyampaikan Stop, Stop dan Stop merobek noken kehidupan tanpa melakukan rekayasa masalah satu ke masalah lain ditanah ini.

Hargai Budaya Diri-Sendiri Tanpa Merusak dan Membakar Budaya Tanah Ini! Dalam Nama Allah Bangsa Manusia Dunia dan Papua. Komitmen komunitas kebudayaan dunia tetapkan bahwa setiap tanggal penetapan warisan budaya takbenda menyambut untuk mengenang dengan merayakan hari warisan budaya takbenda, yaitu Noken.Pada hari ini merayakan hari ulang tahun yang ke-7 tahun. (*)

SELAMAT HARI NOKEN WARISAN DUNIA KE-7 TAHUN UNESCO Paris 4-12-2012 – Tanah Papua 4-12-2019

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here