JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Ebenhaezer Kayo Pulo menggelar Sidang Ke-XX Tahun 2019 yang berlangsung sehari, Rabu, (04/12/2019).

Ketua Panitia Sidang Jemaat Ke-XX, Oktovianus Tomi Sibi mengatakan, dalam sidang jemaat kali ini kami dari Kelompok Sel Pemuridan (KSP) II ditunjuk sebagai panitia pelaksana.

“Tujuan sidang ini untuk mengevaluasi sejauh mana program-program pelayanan hasil ketetapan Sidang XIX Jeamaat GKI Eben Haezer Kayo Pulau Tahun 2019 yang dilaksanakan pada semua jenjang di dalam jemaat. Menggumuli secara bersama-sama program pelayanan di bidang persekutuan, kesaksian dan pelayanan kasih untuk tahun 2020,” ujar Ketua Panitia Sidang Oktovianus Tomi Sibi kepada wartawan di Kayo Pulau, Rabu, (04/12/2019).

“saya dipilih menjadi ketua pada saat sidang jemaat 2019 lalu dan hari ini kami siap untuk menjalani sidang ke-XX,” katanya.

Sidang ini dihadiri dari semua unsur-unsur yang ada di dalam Jemaat baik itu, Persekutuan Wanita, Persekutuan Kamu Bapak, Persekutuan Anak dan Remaja serta Persekutuan Anak Muda (PW, PKB, PAR dan PAM).

“Dalam jemaat kami terdapat delapan KSP 1-8. Ada juga dari unsur-unsur PKB, PAR, PW dan PAM serte beberapa anggota jemaat yang terlibat dalam sidang ini,” bilangnya.

Sementara itu, Ketua Pelayan Jemaat GKI Eben Haezer Kayo Pulau Ibu Pdt, Amelia Waimuri M.Th mengatakan sidang ini untuk mengevaluasi program-program kita di Jemaat.

“Ada juga rekomendasi-rekomendasi yang harus kita buat dan itu sudah berjalan dan sudah dilaksanakan di 2019. Dan itu tentang dua hal besar itu tentang pembangunan gedung gereja ini dan panitia nya telah terbentuk. Dan Surat Keputusan (SK) akan di bacakan dalam sidang ini,” jelasnya.

Ibu Pdt Amelia Waimuri menambahkan sehingga diharapkan pada tahun 2020 itu ada pembangunan gedung gereja yang baru untuk kampung ini.

Kami dalam perkembangan pelayanan lebih kepada diakonia karena kami adalah jemaat yang homogen dari empat suku yang ada disini dan dia beda dengan jemaat-jemaat yang ada di kota. Sehingga pelayanan kita diakonia, pelayanan kasih tapi juga dalam membangun hubungan kerja sama yang baik.

“Antara masyarajat adat tapi juga pemerintah jadi ada dalam istilah tiga batu satu tungku, pemerintah, adat dan agama. Disini istimewahnya itu jemaatnya semua orang GKI, juga masyarakat yang sama semuanya satu gereja disini sehingga pelayanan kami tidak terlalu kesulitan,” ungkapnya.

Kerinduan kami disini untuk tahun 2020 nanti dalam sidang ini adalah kami ingin ada penulisan sejarah gereja untuk Injil masuk di Kampung Kayo Pulau.

Anggota Klasis GKI Port Numbay, Pnt DR. Yusak Yusak Elisa Reba , SH, MH. mengatakan dengan Sidang Jemaat yang ada di Klasis Portnumbay lakukan sesuai arahan badan pekerja AM Sinode bahwa sidang jemaat harus berakhir semua di bulan Desember.

“Maka Jemaat Eben Haezer Kayo Pulau mengadakan sidang jemaat Ke-XX dengan Tema: Datanglah Kerajaan-Mu dengan Sub Tema : Melalui Sidang Jemaat Ke-XX ini Jemaat Eben Haezer Kayo Pulau diharapkan terus giat dalam pelayanan dan pekerjaan Tuhan,” urainya.

Dengan tema dan sub tema ini harapan kita adalah tema datanglah kerajaan-Mu dengan aspek tri panggilan gereja yaitu persekutuan kesaksian dan pelayanan harus benar-benar nyata.

“Harus di wujud nyatakan secara kongkrit menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah dalam kehidupan Jemaat Eben Haezer Kayo Pulau. Jadi dengan begitu kita berharap dengan tema datanglah kerajaan-Mu. Maka jemaat harus selalu giat harus semangat terus dalam persekutuan, ada dalam kesaksian dan pelayanan baik ke dalam jemaat sendiri atau di luar jemaat,” bilangnya.

Kami berharap dalam sidang jemaat ini akan merumuskan program pelayanan secara kongkrit untuk menhadirkan tanda-tanda kerajaan Allah. Sehingga benar-benar menyusun program yang akan menjawab tema itu. (GM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here