Wakil Ketua Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Ke-XX Tahun 2020 di Papua,  Dr. Yusuf Yambe Yabdi ST. M.MT mengatakan dalam sisah waktu 8 bulan menuju PON akan dilakukan akselerasi untuk persiapan. (mg)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Wakil Ketua Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Ke-XX Tahun 2020 di Papua,  Dr. Yusuf Yambe Yabdi ST. M.MT mengatakan dalam sisah waktu 8 bulan menuju PON akan dilakukan akselerasi untuk persiapan.

“Saya baru saja diangkat menjadi wakil Ketua Harian PB PON, karena melihat perlu penambahan tenaga untuk membantu Ketua Umum dan Ketua Harian maka saya sifatnya melengkapi yang menjadi wakil harian,Jadi saya lebih kepada bagaimana mengkonsolidasikan dan merekonsiliasikan hal-hal yang sudah menjadi persiapan selama ini,” ujar Dr. Yusuf Yambe Yabdi ST. M.MT kepada wartawan di Jayapura, Senin, (02/12/2019).

Lanjut Yusuf, kemudian membagi menjadi tiga aspek yaitu dalam persiapan menuju rencana kita Untuk menggelar pertandingan PON pada tanggal 20 Oktober 2020 ada tiga aspek, yang pertama aspek Konsolidasi dan Rekonsilidasi yaitu kita kembali mereview apa yang sudah disiapkan oleh masing-masing Ketua Bidang dan masing-masing koordinator di bawah ketua-ketua bidang kemudian kita menyusun rencana untuk bisa dikerjakan dalam kurun waktu 8 bulan kedepan menuju PON.

Yang sudah selesai diantaranya bidang organisasi dan koordinator untuk menyusun supaya kebutuhan biaya berdasarkan survei mereka sudah selesai.

Tinggal kita menyurat kepada inspektorat untuk menjadi penampung verifikasi terhadap usulan masing-masing koordinator. “Itu yang diinternal masing masing bidang,” ungkapnya.

Sementara di dalam proses yang lain yaitu proses persiapan, semua itu dilakukan oleh pemerintah Papua jadi ketika Gubernur menandatangani cabang olahraga menjadi 37 dengan 56 disiplin.

“Sebenarnya idealnya itu persiapan PON yang ideal dimulai pada saat itu Jadi bisa dilihat bahwa sebenarnya kita baru memulai persiapan PON itu pada saat cabang olahraga itu di tandatangani atau di setujui, karena disitu ada jumlah atlet official sama jumlah panitia pelaksana pertandingan,” terangnya.

Pada saat itu sampai hari ini kita cuma mau konsolidasi dan rekonsiliasi bagaimana akselerasi yang sudah terjadi Paska pendatanganan 37 cabang olahraga dan 56 disiplin itu yang pertama.

Yang kedua yang sifatnya persiapan sudah saya katakan tadi semua dilakukan oleh pemerintah sekarang kita kerja panitia besar PON idealnya dia bekerja 2 tahun tapi sekarang kita tinggal 1 tahun sekarang bagaimana dalam satu tahun ini kita melakukan akselerasi jadi seperti itu.

Kerja pemerintah apa yang di bangun seperti Venue itu dinas olahraga itu pemerintah yang siapkan transportasi itu Dinas Perhubungan itu pemerintah begitu yang siapkan akomodasi itu ada dinas PU dan Perumahan mungkin satker Perumahan pasti bisanya bangun Rumah Susun (Rusun) hal-hal yang lain akomodasi di cover oleh ketersediaan akomodasi secara eksisting baik itu Hotel maupun jenis-jenis akomodasi yang lain.

Perintah juga dari Pak Gubernur kepada panitia besar PON melalui ketua harian PB yang diterjemahkan secara teknis oleh wakil ketua harian saya sendiri, yaitu Bagaimana menyiapkan kebutuhan PON membuat perencanaan kebutuhan PON dan menyampaikan kepada pemerintah pembiayaannya seperti apa?.

“Itu tugas saya makanya konsolidasi dan Rekonsiliasi kita lakukan,” ucapnya. Yang ketiga menurunkan perintah kepada KONI Papua yaitu supaya membantu panitia besar PON dalam memberikan informasi-informasi teknis yang dibutuhkan, yang kedua menyusun panitia inti panitia pelaksana pertandingan PON,” bilangnya.

Ini yang kita lakukan rekonsiliasi Apakah sejauh ini hal-hal yang harus dilakukan oleh pilar-pilar ini sudah berjalan, nah kami dari PB PON sendiri apakah rencana ini sudah siap kapan disampaikan kepada pemerintah sehingga pembiayaan dalam rangka penyelenggaraan PON baik itu ada 3 dalam penyelenggaraan PON yaitu pertama adalah pembukaan PON pertandingan PON dan penutupan PON. Tiga ini yang harus bisa dilaksanakan.

Sampai dengan saat ini semua jadwal pertandingan di Provinsi Papua sudah selesai, jadwal di PB PON sudah selesai jadwal di masing-masing cabang olahraga juga sudah selesai, jadi kita tinggal menggelar pertandingan di semua cluster yang ada, kita sekarang tinggal menuju kepastian penyelesaian Venue dari pemerintah yaitu dari dinas olahraga dan dari Kementerian PU dan dari kabupaten yang membangun venue seperti Kabupaten Mimika membangun Venue billiard dan Venue panjat tebing. kami juga butuh kepastian kepastian itu, karena itu yang sedang kita lakukan rekonsiliasi.

Dan di dalam persiapan pembukaan PON dalam waktu dekat kita akan lakukan namanya rapat penetapan cabang olahraga di Cluster, itu rencana kita lakukan di pertengahan bulan Desember 2019. rapat penetapan cabang olahraga di setiap Venue supaya tidak berubah berubah, dan ini yang harus kita tetapkan setelah itu rapat penyusunan panitia inti panitia pelaksana pertandingan.

“Kami sudah mengundang ketua bidang pertandingan ketua bidang organisasi dan ketua bidang di Papua untuk menyampaikan kepada seluruh cabang olahraga yang ikut PON dan juga semua disiplin untuk hari Rabu hadir dalam rapat untuk memandu teknis penyusunan panitia pelaksana PON. Jadi sebenarnya idealnya itu persiapan PON itu adalah ketika bidang pertandingan menyusun rencana disampaikan kepada KONI dan KONI menyusun panitia inti PON, pelaksanaan pertandingan PON dan menyampaikan kebutuhan kepada PB PON melalui bidang pertandingan,” urainya.

Jadi di situ di susun panpel ada panitia itu terdiri dari ketua sekretaris bendahara ada bidang kesehatan, pertandingan ada bidang perwasitan dan bidang lomba atau pertandingan sendiri dan itu saja panitia inti nanti panitia inti yang berkoordinasi dengan TD untuk menyusun kebutuhan panitia inti kebutuhan transportasi kebutuhan logistik lain seperti akomodasi itu disusun setelah disusun Diminta kepada panitia besar.

Cara menyiapkan PON-nya seperti itu, ini hampir semua urusan dilimpahkan ke panitia besar, sebenarnya panitia besar itu cuma mengkonsolidasi dan menerima permintaan dari panitia pelaksana pertandingan di setiap cabang olahraga ini yang kita terus melakukan penyesuaian-penyesuaian ini.

Untuk supaya dalam satu minggu ini harus selesai sehingga dia keluar dalam bentuk keputusan, setelah itu masing-masing cabang olahraga menyampaikan kebutuhan, dengan begitu maka bidang kesehatan akan menyusun namanya panduan pelayanan kesehatan doping dan asuransi, bidang konsolidasi panduan transportasi dan konsumsi, dan menyusun lagi pedoman umum penyelenggaran PON.

“Kita buka pendaftaran entry by sport bulan april karena di dalam SK kepanitiaan sudah disampaikan kepada KONI Pusat paling lambat 6-8 bulan dan kita sudah masuk di enam bulan tapi paling cepat kita akan bisa pendaftaran di bulan april. Itu kondisi yang akan terjadi makanya mengingat semakin dekatnya PON dan CDM yang dipimpin langsung oleh Pak Gubernur untuk penetapan cabor per cluster. Karena harus ada Mou antar gubernur dan bupati masing-asing yang diatur dalam kesepakatan bersama. Dan dihadiri oleh pimpinan kontingen.

Setelah CDM itu tidak ada lagi rapat-rapat Venue karena semua harus clear dan tinggal membuka pendaftaran peserta dam siap melaksanakan penyelenggaraan PON nantinya. Di dalam menyiapkan PON semua ada tugas dari Pemerintah dan Pengurus besar.

Sementara itu di tambahkan Wakil Ketua Umum Mayjend (Purn) Bidang Pembinaan Prestasi KONI Pusat, mengatakan Waktu kita tinggal 320 hari lagi menuju PON.

“Masih banyak yang harus dikerjakan. Oleh sebab itu pertemuan ini kita masukkan untuk memperkuat persiapan penyelenggaraan PON. Untuk mengetahui progress persiapan PON, maka masing-masing bidang menyampaikan paparannya hari ini,” terangnya.

Tujuannya untuk mengetahui sampai di mana kemajuannya. Memang sudah banyak kemajuan, tapi perlu percepatan dan koordinasi yang intens dari masing-masing bidang.

“Khusus bidang pertandingan, kita melihat rencana dari 37 cabor dan akan digelar di mana saja. Misalnya, Merauke dan Timika serta Jayapura seperti apa?. Ini sudah clear. Kemudian, jadwalnya sudah tersusun. Paling ada review kecil,” ungkapnya.

Ke depan kita akan laksanakan Chef de Mission (CdM) meeting, kemungkinan minggu ke dua Januari 2020 sudah harus dilaksanakan melihat jadwal menjelang Natal yang padat.

Sementara untuk Bidang Prasarana, pembangunan venue-venue masih jalan kecuali 4 venue yang memang masih menunggu Inpres baru yakni venue panahan, sepatu roda, dan 2 venue dayung.

“Kementerian PUPR pun sudah siap untuk membangunnya dan tidak terlalu sulit dan masih bisa dikejar, tinggal menunggu Inpres baru dikeluarkan Presiden,” katanya.

Bidang Peralatan dan Perlengkapan sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kemenpora agar memberikan dukungan dana dari APBN dalam hal pengadaan peralatan dan perlengkapan.

Ada dana untuk PON dan Perparnas. Tinggal memastikan tanggungjawab masing-masing bidang saat pembukaan hingga penutupan PON.
Bidang Akomodasi, memang perlu adanya penambahan akomodasi.

“Kami menyarankan ke PB PON untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait dukungan transportasi dan Kementerian PUPR berkaitan pembangunan rumah susun,” bebernya.

Konsumsi, masih perlu banyak dikerjakan karena bidang ini paling banyak kaitannya dengan PON yang mencakup semua bidang. Sedangkan Bidang Kesehatan sudah menjelaskan kondisi rumah sakit dan tenaga yang dibutuhkan.

Jika tenaga medis masih diperlukan maka akan didatangkan dari luar Papua. 31 ambulance sudah diajukan ke Kementerian Kesehatan dan mudah-mudahan bisa dibantu. Kebutuhan Helikopter untuk keperluan evakuasi saat PON sudah dikoordinasikan dengan Basarnas dan sebagainya. “Segala EO kita percayakan ke PB PON, kita lihat bagaimana perencanaan dan implementasinya,” tutup Suwarno. (GM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here