*Dengan Mengusung Tema ‘Selamatkan yang Sisa Dari yang Tersisa”
SENTANI (LINTAS PAPUA) – Setiap tanggal 1 Desember di peringati sebagai Hari AIDS Sedunia.

Tujuan peringatan Hari AIDS Sedunia adalah untuk mengingatkan pentingnya peran dan komitmen negara-negara di dunia dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS.

Untuk itu, Komisi Penangulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua menggelar peringatan Hari AIDS Sedunia ke-31 tahun 2019 dengan mengusung tema, “Selamatkan yang Sisa Dari yang Tersisa”, sebagai bentuk upaya penyelamatan kepada masyarakat Papua yang masih ada agar tidak terinfeksi virus HIV lagi dan bergerak cepat dalam melaksanakan program pencegahan serta penanggulangan HIV AIDS di Provinsi Papua.

Hal itu pula yang disampaikan oleh Ketua KPA Provinsi Papua Yanuel Matuan dalam sambutannya pada acara peringatan Hari AIDS Sedunia yang dirangkai dengan ibadah dan konser rohani, yang berlangsung di Bukit Foromokho, Kampung Netar (Nendali), Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Senin (2/12/2019) kemarin sore.

“Selamatkan yang sisa dari yang tersisa itu merupakan penjabaran dari tugas yang diberikan bapa Gubernur Papua kepada kami di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua yang baru dan telah dilantik pada akhir tahun 2018 lalu,” jelas Yanuel Matuan.

Lanjut pria yang akrab disapa Yan ini menyampaikan, bahwa saat ini diperkirakan terdapat kurang lebih 40 juta penduduk dunia yang telah tertular HIV. Tidak sedikit di antara mereka yang sementara menderita berbagai penyakit akibat dari AIDS. Persoalan ini menjadi lebih rumit, karena tidak semua orang yang tertular HIV dan menderita karena AIDS mengetahui status kesehatan mereka yang sebenarnya.

“Di Indonesia jumlah kasus HIV AIDS sampai bulan Maret 2019 itu sebanyak 338.363 kasus, dengan 5 provinsi tertinggi yaitu, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Papua dan Jawa Tengah,” imbuhnya.

Kata Yan, dengan teknologi yang telah tersedia, maka para tamu khusus atau Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) yang merupakan sebutan di KPA Papua ini tidak perlu meninggal dunia karena sakit. Walaupun mereka tidak sembuh, mereka tetap bisa hidup sehat dan produktif. Yang penting mereka minum obat ARV secara teratur dan suplemen Purtier Placenta untuk lebih cepat memberikan penguatan bagi tubuh bagi tamu khusus. Juga mereka harus mengubah pola hidup dari berisiko menjadi pola hidup sehat.

“Inovasi lain yang dilakukan KPA Provinsi Papua, yaitu dengan membeli suplemen Purtier Placenta untuk diberikan kepada Tamu Khusus (ODHA) secara gratis. Guna meningkatkan gizi dan nutrisi, sehingga stamina mereka lebih cepat kembali kuat dan hasilnya sudah ada,” katanya.

Pada kesempatan itu juga, Yan mengajak semua pemimpin di Papua, yaitu para Pejabat Kita, Tokoh-Tokoh Agama, Tokoh-Tokoh Adat, Tokoh Politik, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan Tokoh Masyarakat, agar kita bekerja bersama-sama dalam menanggulangi HIV AIDS di Provinsi Papua Tercinta ini dengan gerekan yang besar dari Kita semua untuk melawan HIV AIDS di Tanah Papua.

Untuk diketahui, pada peringatan hari AIDS Se Dunia hadir juga tamu khusus atau para penderita HIV AIDS yang secara langsung menyampaikan testimoninya di hadapan ratusan para tamu undangan tentang perubahan positif dari kesehatan mereka setelah mengkonsumsi Suplemen Purtier Placenta. (Irf / LintasPapua.Com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here