PT TASPEN (persero) cabang Jayapura bersama dengan Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura menyerahkan Tabungan Hari Tua (THT) Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Taspen Dwiguna Sejahtera (TDS) dan Proteksi beasiswa bagi Juliana Marice Mariones Sroyer. Tampak saat foto bersama. (Fransisca /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – PT TASPEN (persero) cabang Jayapura bersama dengan Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura menyerahkan Tabungan Hari Tua (THT) Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Taspen Dwiguna Sejahtera (TDS) dan Proteksi beasiswa bagi Juliana Marice Mariones Sroyer.

Hal ini dilakukan selaku waris dari Theofilus Daniel Syors Meteseray selaku pegawai Badan Kepegawaian Negara kantor regional IX Jayapura, meninggal saat bertugas di Oksibil dengan status Tewas (meninggal dalam kondisi menjalankan tugas) tentunya berbeda dengan status meninggal biasa. Kamis (21/11/2019), Ruang Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura.

Paulus Dwi Laksono Haryono, Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura.mengharapkan dana yang di terima bisa di gunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami merasa kehilangan pegawai terbaik, keluarga besar BKN semuanya sudah ada perhatian kepada keluarga dan kemudian harapan kami apa yang telah diterima pada hari ini juga bisa bermanfaat sebagai Kehidupan sehari-hari dan pendidikan anak-anaknya,”Harapnya.

Secara detail Kepala kantor PT TASPEN (persero) kantor cabang Jayapura, Mulat Budianto, menyampaikan bantuan apa saja yang di serahkan pada waris yang di tinggalkan oleh almarhum selaku peserta TASPEN.

“Membayarkan apa yang menjadi hak atas nama waris dan yang meninggal dunia kepada ahli warisnya, berhak pertama tabungan hari tua, atau asuransi kematian atau pemberian jaminan kecelakaan kerja, karena beliau meninggal dalam kondisi menjalankan tugas. Disamping itu ada jaminan kecelakaan kerja, ada anak sudah mahasiswa, kita berikan beasiswa secara tunai sebesar 15 juta tunai,” katanya.

Selain itu Mulad memaparkan sistematika proses pencairan Polis beasiswa bagi anak waris di jenjang sekolah dasar dan menengah.

“Sedangkan anak yang masih kondisi sekolah, kita bayarkan sebesar 45 juta dalam bentuk polis.Nanti untuk keberlangsungan anak, dalam rangka kuliah ataupun sekolah, pembayaran tahapannya nanti kita bayarkan Sesuai dengan jadwal , yang telah ditentukan, saat masuk SD masuk SMP, kemudian masuk SMA dan kuliah, kita bayarkan langsung ke rekening yang bersangkutan, tidak perlu mengurus lagi Sesuai dengan jadwal kita berikan kepada ibunya,” jelasnya.

Sebagai kesimpulan Mulad menyampaikan status dari kondisi meninggalnya almarhum maka perhitunganpun berbeda.

“Karena ini sifatnya meninggal dunia karena tewas, maka kepada yang bersangkutan akan bayarkan karena haknya secara gaji perusahaan itu selama enam bulan, kemudian bulan ke-7 baru kita bayarkan pensiun janda ini nanti di Bayarkan di bulan Januari pada tanggal 1 atau tanggal 2 sudah kita proses kepada yang bersangkutan selama mereka sudah memenuhi syarat karena ini tapi kalau meninggalnya Karena biasa biasa itu 64 bulan bulan kelima baru kita biarkan pensiun janda bedanya tewas dan meninggal dunia biasa,”tutupnya. (Fransisca / lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here