Sedikitnya sebanyak 19 KK atau sekitar 59 jiwa terpaksa kehilangan rumahnya akibat amuk ‘si jago merah’ di barak Kebun 5 Raflesia PT Tandan Sawita Papua (TSP), Distrik Arso Timur, Keerom.. Tampak saat bantuan dibagikan. (Arief /LPC)

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Sedikitnya sebanyak 19 KK atau sekitar 59 jiwa terpaksa kehilangan rumahnya akibat amuk ‘si jago merah’ di barak Kebun 5 Raflesia PT Tandan Sawita Papua (TSP), Distrik Arso Timur, Keerom. Kebakaran memang telah terjadi beberapa hari lalu, namun baru sampai di telinga Pemkab Keerom kemarin.

Merasa prihatin atas kondisi korban yang terpaksa mengungi ke kerabatnya, maka Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, melakukan kunjungan ke lokasi pengunsian korban kebakaran. Pada kunjungan yang dilakukan Rabu (20/11/2019) kemarin, Wakil Bupati Keerom juga memberikan bantuan berupa sembako kepada para korban.

Dalam kunjungan ini, Wakil Bupati Keerom ditemani Ketua GOW Keerom, Angela Tutwuri Handayani Gusbager, ST, serta Anggota Komisi B DPRD Keerom, Leonardus Abar, juga ada Kapolsubsektor Arso Timur, Iptu Amirmahmud.

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Keerom membawa bantuan menggunakan truk berupa sembako. Diantaranya mie instan, air mineral, makanan ringan, kebutuhan sehari-hari dan lain-lain. Selain itu Wakil Bupati Keerom juga melakukan diskusi interaktif dengan masyarakat korban.

Dalam diskusi tersebut, para korban menyampaikan terimakasih atas kunjungan pimpinan daerah. Karena selama ini belum pernah ada pimpinan daerah hingga kepala SKPD yang mengunjungi mereka.

‘’Kami sampaikan terimakasih,’’ungkap salah seorang korban kebakaran, ibu Gresia Mada.

Senada dengan itu, Area Manager II PT TSP, Basrim Barus, mengemukakan terimakasih atas kunjungan Wakil Bupati Keerom. ‘’Kami terimakasih atas kunjungan beliau, dan menyangkut korban kami upayakan untuk pembangunan barak mereka sebanyak 19 KK serta Gereja GKI yang terbakar, bisa disegerakan sebelum hari Natal tanggal 25 Desember 2019.

Sementara Wakil Bupati keerom, Piter Gusbager SHut, MUP, mengemukakan rasa prihatin atas kebakaran tersebut. Ia juga mengemukakan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk memperhatikan para korban.

‘’Kami sampaikan bantuan sembako ini sebagai bentuk kawjiban pemerintah untuk para korban. Kami juga akan berkoordinasi dengan perusahaan untuk memulihkan kondisi mereka baik untuk pembangunan barak hunian mereka dan juga gereja yang juga ikut terbakar di lokasi tersebut,’’pungkasnya. (arief/LPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here