Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional dr. Hasto Wardoyo, SP. OG menegaskan seluruh program kegiatan BKKBN Provinsi Papua fokus pada kualitas kesehatan keluarga yang akan di capai sepenuhnya. , Tampak saat diwawancara. (Fransisca / LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Dalam lawatan pertamanya ke Papua sebagai Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional
dr. Hasto Wardoyo, SP. OG menegaskan seluruh program kegiatan BKKBN Provinsi Papua fokus pada kualitas kesehatan keluarga yang akan di capai sepenuhnya.

Keluarga berencana tidak lagi dipersepsikan tentang kontrasepsi dan membatasi anak, namun dengan satu tujuan utama kesejahteraan keluarga Papua, Swissbel Hotel Jayapura, Senin (19/11/2019).

Dalam kesempatan tersebut, dr. Hasto bersama BKKBN Provinsi Papua, melakukan sesuatu yang berbeda di Papua, akan lebih banyak melakukan pendekatan dengan kearifan lokal Papua, membuat rebranding BKKBN tidak membatasi jumlah anak, namun membantu mengatur jarak kelahiran anak pada satu keluarga.

“Kami akan melakukan pendekatan berbeda di Papua, sesuai dengan karakter Papua, banyak mengangkat kearifan lokal Papua. Meningkatkan kualitas keluarga, dengan mengatur jarak kelahiran, kualitas di tentukan dari jarak kelahiran anaknya (3-5 tahun) dan usia orang tua (usia 21-35 tahun), dengan begitu kualitas anak jadi lebih baik, tujuannya meningkatkan kualitas SDM agar Papua lebih unggul, bahkan istilah keluarga berencana bisa di kembangkan menjadi keluarga sehat sejahtera,”tuturnya.

Hasto disampaikan,  bahwa saat ini BKKBN Papua sudah melakukan pendataan keluarga, pencatatan data kependudukan guna pemetaan menentukan grand design BKKBN.

“Kami di tahun ini dan tahun 2020 membuat pendataan keluarga, bukan data elektronik yang kami rekam secara otomatis, kami ingin me Maping kan saja, terus tau KK(kartu keluarga) ini anaknya berapa, kemudian suami istri, satu rumah berapa KK, dan data ini menjadi milik bersama. agar membikin grand design itu lebih mudah, kami mendukung kepentingan lokal Papua, kami memprioritaskan data kependudukan tahun 2020, melalui kader kami di Papua,” katanya.

Menurut dr. Hasto, Grand design sangat penting, karena sebelum mengelola penduduk, BKKBN Papua sudah mengenali penduduk itu sendiri.

“Yang kita kelola kan penduduk, tetapi kalo kita tidak tau tentang pola penduduk itu sendiri, bagaimana kita bisa membuat rencana ke depan, grand desain ini penting sekali, disini ada orang asli Papua, ada pendatang, data pilah seperti ini penting, membuat pola pertumbuhan kedepan. Pertumbuhan penduduk seimbang ini luas maknanya,” jelasnya.

Dari keseluruhan program BKKBN ini mendahulukan bahwa kesehatan keluarga itu penting.  (Fransisca / lintaspapua.com)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here