Suasana apel rutin Pemkab Keerom yang dipimpin Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, kemarin. (Arif /LPC)

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, berencana menaikkan alokasi dana desa (ADD) di tahun 2020 mendatang. Hal ini, menurutnya, adalah dalam rangka mempercepat akselerasi pembangunan desa-desa di Keerom.

‘’Menyangkut alokasi dana desa ini (ADD), memang saya rencanakan untuk dinaikkan tahun depan, hal ini dimaksudkan agar kampung-kampung di Keerom bisa berakselerasi lebih cepat untuk melakukan percepatan pembangunan,’’ungkapnya saat bertindak selaku inspektur apel rutin Pemkab Keerom, Senin (18/11/2019) kemarin.

Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, berencana menaikkan alokasi dana desa (ADD) di tahun 2020 mendatang. Hal ini, menurutnya, adalah dalam rangka mempercepat akselerasi pembangunan desa-desa di Keerom. (Arief /LPC)

Namun Bupati Keerom juga tak menampik masih ada kendala yang dihadapi beberapa kampung sehingga belum maksimal dalam melaksanakan program-program desanya baik yang bersumber dari DD maupun ADD.

‘’Berikan masukkan kepada saya bagaimana pelaksanaannya di kampung, karena di beberapa kampung belum maksimal dalam pelaksanaannya, ini nanti kita akan koreksi,’’lanjutnya.

Selain itu ia menyampaikan bahwa di Keerom tak ada kampung abal-abal seperti yang diungkapkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. ‘’Semoga di Keerom taka da kampung abal-abal seperti yang Presiden sampaikan beberapa waktu lalu,’’lanjutnya lagi.

Namun Bupati Keerom menilai bahwa pelaksanaan program pembangunan di kampung-kampung masih lebih baik disbanding beberapa kampung di luar keerom bahkan diluar Papua.

Suasana apel ASN rutin Pemkab Keerom yang dipimpin Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, kemarin. (Arif /LPC)

‘’Bila di luar sana ada keluhan beberapa kampung tak sesuai dengan anggaran, saya rasa kita di Keerom lebih maju, beberapa kampung kecil di Keerom, meski dalam keadaan dan kendala yang sulit namun bisa melaksanakan pembangunan jalan-jalan produksi di kampung,’’ujarnya lagi.

Namun demikian ia tetap meminta kepada Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Kampung (DPMK) Kab. Keerom untuk melakukan inovasi dalam rangka percepatan pembangunan di Kampung.

‘’Saya minta DPMK untuk melakukan inovasi, berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian, untuk sama-sama melakukan pemetaan dan tentukan spot-spot atau kampung-kampung mana untuk melakukan produksi apa. Jadi satu kampung atau satu distrik harus punya produksi unggulan, mereka sudah harus dikelompokkan untuk produksi pertaniannya,’’ungkapnya.

Untuk itu ia berharap SKPD terkait diantaranya DPMK, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian Kab Keerom agar melakukan sinkronisasi program sehingga setiap kampung dikelompokan untuk memiliki produk pertanian unggulan.

‘’Penetapan produk pertanian unggulan ini hendaknya juga melihat dari potensi pertanian atau sumber daya alam yang tersedia di kampung atau distrik masing masing. Saya minta ini bisa dilakukan baik di kampung yang berada di Wilayah I, II dan III,’’pungkasnya.

Pada kesempatan apel tersebut, Bupati Keerom juga mengemukakan harapannya agar SKPD meningkatkan kinerja dalam hal pelaporan penggunaan keuangan masing-masing. Hal ini terkait dengan pemeriksaan yang secara priodik dilakukan pihak auditor BPK atau KPK.

‘’Tahun lalu kita telah meraih opini WTP, namun saya ingatkan ternyata untuk meraih tahun ini atau mempertahankannya ternyata tak mudah, maka saya minta SKPD-SKPD untuk serius dalam pengerjaan SPJ-nya masing-masing. Saya juga apresiasi kepada APIP kita yaitu Inspektorat dan TAPD yang telah mengikuti dua momen bersama BPK dan KPK minggu lalu,’’pungkasnya. (arief/LPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here