Doa yang Belum Terucapkan
Baca: Kejadian 24:1-67

“Belum lagi aku habis berkata dalam hatiku, Ribka telah datang membawa buyung di atas bahunya, dan turun ke mata air itu, lalu menimba air. Kataku kepadanya: Tolong berikan aku minum.” (Kejadian 24:45)

Orang beranggapan doa yang didengar Tuhan adalah: doa yang diucapkan dengan sangat keras; doa yang kalimatnya panjang dengan bahasa indah seperti puisi para punjangga; doa seperti orang berpidato dengan kata-kata yang diatur sedemikian rupa. Tertulis: “…dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.” (Matius 6:7). Jika doa-doa tersebut hanya sebatas lips service, semuanya akan sia-sia.

Doa yang didengar Tuhan adalah doa dengan sikap hati yang dibenar disertai ketaatan melakukan kehendak-Nya! Bahkan doa yang tak terucapkan pun Tuhan sanggup mendengar, karena Ia Mahatahu, tahu setiap getaran dan suara hati, pikiran dan rencana kita. Jadi doa yang dipanjatkan kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, yang keluar dari dalam hati, walaupun tanpa suara, Tuhan tahu dan mendengarnya.

Hamba Abraham yang diutus Abraham mencarikan istri bagi anaknya, Ishak, “…berangkat menuju Aram-Mesopotamia ke kota Nahor.” (ayat 10), dan hanya berkata dalam hati meminta tanda mengenai gadis yang dilihatnya, apakah dia benar untuk Ishak, Tuhan mendengar dan menjawabnya. Ketika bergumul untuk keturunan, Hana berdoa dengan keluhan dalam hati, bahkan imam Eli mengira ia sedang mabuk anggur (baca 1 Samuel 1:13-15). Imam bisa saja salah menduga karena manusia tidak tahu getaran dan suara hati orang, tetapi Tuhan tahu persis pergumulan Hana dan Ia menjawab doanya (baca 1 Samuel 1:20).

Roh Kudus “…membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” (Roma 8:26).

Tidak ada alasan untuk tidak berdoa, karena doa dalam hati dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, asal dengan sikap hati yang benar Tuhan pasti mendengarnya.

“…Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.” (Matius 6:8). (Disadur Dari App Playstore Renungan Harian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here