Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, bersama stoke holder terkait baik dari Uncen maupun IPB Bogor, saat kegiatan lokakrya maupun jumpa pers dalam rangka pendirian Fakultas Teknologi Pertanian Uncen, kemarin. (Arif / LPC)

Wakil Bupati Keerom dan ‘Stokeholder’ Terkait Diundang Berbicara di Lokakarya

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Dalam rangka mendukung pertanian di Papua, Uncen berencana membentuk Fakultas Teknologi Pertanian, dan untuk menindaklanjutinya, maka digelar lokakarya yang dilaksanakan di Uncen, Selasa (12/11/2019) kemarin.

Hadir pada lokakarya tersebut, Pembantu Rektor (PR) 4 Univ. Cenderawasih, DR. Fredrik, Sokoy dan Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP. Selain itu stoke holder terkait pun diundang, diantaranya Prof. DR. Slamet Budijanto dari IPB Bogor, dan mewakili dari Uncen ada DR. Tri Gunaidi.

Lokakarya berjalan lancar dan konstruktif, serta dilanjutkan dengan jumpa pers, yang diikuti oleh keempat pembicara di acara tersebut. Mereka, mengemukakan komitmen dan siap untuk mendukung berdirinya Fak. Teknologi Pertanian Uncen yang akan mulai ditindaklanjuti penyiapan pendiriannya.

 

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, pada kesempatan tersebut mengemukakan dukungannya. Karena menurutnya, pendirian fakultas tersebut sesuai dengan tugas pemerintah yaitu untuk mencerdaskan bangsa sekaligus diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan SDM dan teknologi dibidang pertanian di Keerom.

‘’Pertama, Pemerintah berkewajiban memberikan dukungan kepada semua lembaga pendidikan,, kenapa? Karena salah satu tugas pemerintah adalah mencerdaskan kehidupan warga dan bangsa Indonesia,’’ungkapnya.

Selain itu, menurutnya, potensi Kabupaten Keerom, leading sektornya adalah pertanian. ‘’Kita tahu bahwa pertanian adalah sector teknik, ia membutuhkan ilmu khusus, ia tidak bisa diurus dengan cara-cara lama, dia harus diurus dengan cara cara yang khusus karena ini berbasis iptek. Sehingga baik petani maupun mitra-mitra yang terkait dengan petani, harus di-upgrade, harus ditingkatkan sumber daya manuasianya, apalagi hari ini adalah era teknologi, era digital, industry kebijakan nasional tentang industry 4.0 ini sudah menjadi suatu keharusan,’’lanjutnya.

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, bersama stoke holder terkait baik dari Uncen maupun IPB Bogor, saat kegiatan lokakrya maupun jumpa pers dalam rangka pendirian Fakultas Teknologi Pertanian Uncen, kemarin. (Arif / LPC)

Sementara itu, PR 4 Uncen, Dr. Fredrik Sokoy, mengemukakan, bahwa SDA yang besar dan potensial sampai saat ini belum tergarap professional. Sehingga diperlukan langkah konkret untuk mengatasi masalah tersebut. Yaitu menyangkut penggarapan pertanian secara professional bahkan menggunakan teknologi yang modern.

‘’Gagasan inilah yang kemudian diramu, setelah Unipa berdiri, maka kebutuhan kita dibidang pertanian secara holistic sulit dijangkau secara institusi, maka kita harus memikirkan fakultas pertanian itu ada dengan kata lain sudah menjadi kebutuhan pokok, melalui forum ini komitmen ini yang kita harapkan dari stokeholder,’’pesannya.

Sedangkan Prof DR. Slamet Budijanto dari IPB Bogor, mengakui bahwa lokakarya kali ini diluar dugaannya. ‘’Stoke holder turut mendukung, konten yang dibahas juga menarik, menyangkut terobosan di bidang pertanian. Apalagi kita tahu Papua yang punya SDA luar biasa dari sisi bio-deversitas yang luas, tak cukup hanya ada Unipa, kalau ada univ lain belum bisa eksplorasi semua, sangat menarik untuk ditunggu kiprahnya kedepan,’’ujarnya.

Sementara DR Tri Gunaidi, Dosen Mipa Biologi, Uncen, mengemukakan forum tersebut adalah langkah awal untuk melakukan komunikasi dengan stoke holder soal kepastian untuk mendukung Fakultas Teknologi Pertanian uncen. ‘’Ini perlu adanya tindakan riil, melalui lokakarya ini kami ingin menjalin kerjasama itu, baik di Papua dan Univ Pembina yaitu IPB dan stoke holder terkait lainnya,’’pungkasnya. (arief/LPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here