Suasana Kegiatan yang melibatkan seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua ini dalam rangka menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020 mendatang di 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua. (Irfan /LPC)

Dari Kegiatan Evaluasi dan Penyelesaian Sengketa Pemilu 2019

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Papua menggelar evaluasi dan penyelesaian sengketa hasil Pemilu 2019 sebagai upaya untuk tetap menjalin kemitraan dalam pengawasan Pemilu.

Kegiatan yang melibatkan seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua ini dalam rangka menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020 mendatang di 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua, maka Bawaslu Papua sedang menyiapkan sejumlah terobosan dan juga inovasi agar konflik yang berakar dari masalah umum seperti yang terjadi baru-baru ini di Papua tidak lagi menular dan menyusup pada pelaksanaan Pilkada 2020 nanti.

 

Anggota Komisioner Bawaslu Papua, Ronald Michael Manoach disela-sela kegiatan evaluasi mengungkapkan, dalam kegiatan itu selain mengevaluasi kegiatan Pemilu dan juga penyelesaian Pemilu 2019, pihaknya juga melakukan rapat persiapan Pilkada Serentak yang akan diselenggarakan pada 2020 mendatang.

 

“Kami dari Bawaslu Provinsi Papua memanfatkan sisa waktu ini untuk semua divisi, terlebih bagi divisi penyelesaian sengketa. Selain evaluasi, termasuk rapat persiapan pilkada serentak tahun 2020,” kata Ronald Michael Manoach kepada wartawan di sela-sela kegiatan evaluasi di Suni Garden Lake Hotel and Resort, Hawaii, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (11/11/2019) sore lalu.

 

Dikatakan Ronald Manoach, persoalan sengketa Pilkada khususnya di tiga daerah pada wilayah Pegunungan yang akan melaksanakan Pilkada Tahun 2020 itu dinilai mudah tersulut konfik, sehingga perlu dilakukan pencegahan sejak dini secara maksimal.

 

“Kita tidak ingin permasalahan secara umum di Papua itu disusupi dalam momen Pilkada, yang akan merugikan kita semua,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Bawaslu Kabupaten Jayapura tersebut dengan tegas.

 

Untuk itu, Anggota Komisioner Bawaslu Papua Divisi Humas ini menyampaikan, dalam rangka meminimalisir pelanggaran terhadap pelaksanaan Pemilu, maka pihaknya melakukan evaluasi dan peningkatan kapasitas personil Bawaslu sampai di jajaran tingkat paling bawah.

 

“Berikut kita lakukan pencegahan, lalu kita mempublikasikan semua yang kita lakukan. Supaya masyarakat memahami dan mengetahui apa yang sedang kilta lakukan, sudah lakukan dan yang akan kita lakukan,” paparnya.

 

“Dan kita memaksimalkan pencegahan itu dengan berbagai inovasi, dan khusus untuk Bawaslu Papua telah bikin terobosan inovasi pencegahan kontekstual seperti para-para Bawaslu, bakar batu Bawaslu, dan kepala suku mitra Bawaslu,” sambung Ronald Manoach menjelaskan.

 

Ronald menambahkan, kegiatan secara intens dilaksanakan pada semua divisi. Mengingat tantangan menyambut pelaksanaan pilkada tahun 2020, khusus untuk Papua disinyalir akan ada indikasi permasalahan yang sangat kompleks.

 

“Ini sekaligus menginformasikan kepada masyarakat, bahwa tugas dalam melakukan pencegahan dalam proses demokrasi sepenuhnya berada di pundak Bawaslu,” tandasnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here