JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Usulan Pelarangan Penggunaan cadar dan celana cingkrang oleh Menteri Agama Fachrul Razi di Lingkungan Pemerintahan. Medapat Tanggapan Pro dan Kontra di Seluruh Pelosok Tanah Air baik dari Pemerintah,DPR,Mahasiswa maupun ORMAS.

Dimana Peryataan itu Sengaja di Lemparkan dan Menjadi Polemik di Masyarakat,Karena ingin Menggaunkan Peraturan itu sebelum benar benar menkadi Aturan Tetap.

Sebab, Wacana tersebut di Lontarkan karena di PNS memang memiliki aturan Berpakaian sesuai dgn Undang undang ASN.

Peryataan ini Mendapat tanggapan Posotif,dari Toko mudah Nasional asal Papua yang Juga Ketua umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta NKRI(GERCIN) Hendrik Ance Udam, Usai Menghadiri Seminar Nasional dalam Rangka Hari Pahlawan 10 November 2019 di Gedung serbaguna Universitas Ottow Geissler Kotaraja Jayapura Papua 9/11/2019.

Ia mengatakan Bahwa sangat mengapresiasi Peryataan Mentri agama tentang Larangan Penggunaan Cadar dan Celana Cingkrang bagi PNS pada saat berkantor,mengigat Bangsa Indonesia Bukanlah bangsa yang di Bangun berdasarkan Agama tetapi Berdasarkan Kesepakatan Tokoh toko Bangsa dengan satu kesepakatan yang Berlandaskan Pancasila dengan Semboyang Bineka Tunggal Ika berbeda bedah tetapi tetap satu, Oleh sebab itu Seluruh Rakyat Indonesia mari kita bersama sama meningkatkan Budaya kita Masing masing, Dari Sabang Sampai Merauke.

Untuk itu harus dilihat bahwa Cadar dan Celana cingkrang bukan Budaya orang Indonesia sejak dahulu, Makanya di Keluarkan Peryataan tersebut oleh menteri agama sebagai Warga negara yang baik Kita harus taati terutama bagi pegawai Negeri Sipil.

‘Tambah Hendrik intinya Gerakan Cinta NKRI mendukung sepenuhnya Kebijakan Pemerintah dalam memberikan larangan kepada Masyarakat,Ormas untuk tidak lagi menyuruh anggotanya membangkang atas Peraturan Pemerintah yang di keluarkan Tetapi ada Pengecualian bagi Daerah daerah mana tertentu seperti Nangro Aceh Darusalam karena di atur Khusus oleh orang Pemerintah.’Ungkap bung HYU. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here