Telah terjadi kasus penganiayaan oleh seorang guru honorer berinisial (MT) kepada anak muridnya berinisial (MM) disaat jam sekolah. Tampak wajah siswa yang menjadi korban akibat ulah seorang guru yang menegur dengan cara yang tidak sepantasnya. (Richard Mayor /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Seorang Guru Honorer di SD 1 Demta, Distrik Demta, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa 5 November 2019, harus berurusan dengan kepolisian setempat, atas ulah kekerasannya terhadap anak didiknya, berusia 10 tahun yang duduk dibangku kelas 5.

Dari kronologis yang diterima LintasPapua.Com, dimana Selasa tanggal 5 November 2019 sekitar pukul 09.30 WIT bertempat didalam ruang kelas sekolah SD Negeri 1 Demta, Distrik Demta.

Telah terjadi kasus penganiayaan oleh seorang guru honorer berinisial (MT) kepada anak muridnya berinisial (MM) disaat jam sekolah.

Kejadian itu terjaďi disaat proses belajar berlangung pelaku menegur salah seorang muridnya, yang diketahui sebagai korban, sedang mengangkat kakinya diatas meja, lalu guru tersebut menegurnya, namun tak didengarkan, sehingga guru tersebut mengambil rotan langsung meleparkannya kearah murid tersebut, akan tetapi tidak mengenai dan pantul dan mengenai pelipis kanan mata kanan korban lalu darah sehingga korban menangis dan langsung pulang jalan kaki menuju kerumahnya di asrama Polsek Demta.

Pukul 09.50 WIT, korban sampai dirumahnya dan menceritakan kejadian yang dialami kepada orangtuanya yang juga anggota Polri. Kemudian orang tua korban langsung menuju ke sekolahannya untuk menemui guru tersebut, akan tetapi guru tersebut sudah tidak ada. Orangtua korban kembali kerumah dan langsung membawa anaknya ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Setelah berobat ke Puskesmas, pukul 10.20 WIT, orangtua korban bersama anaknya datang ke Polsek Demta untuk membuat laporan polisi terkait kejadian yang menimpa anaknya.

Kapolres Jayapura, AKBP. Victor Dean Mackbon yang dikonfirmasi soal kejadian tersebut membenarkan kejadian tersebut, dan oknum guru tersebut sementara sudah ditahan di Polsek Demta untuk bertanggungjawab terkait masalah tersebut.

“Ya, pelaku oknum guru tersebut sudah ditahan di Polsek Demta untuk bertanggungjawab terkait perbuatannya”, kata Kapolres Jayapura, saat dihubunggi LintasPapua.Com, Selasa Malam. (Richard Mayor /LPC)

1 KOMENTAR

  1. kejadian spt ini.. dimana2 sering tjd..
    MIRIS mmg jika guru sewenag2 menggunakan Kejelasan fisik sbg justifikasi emosionalnya.
    tdk Patut dr aspek edukasi.. anak yg mjd Korban adl TITIPAN orgtuanya. utk Di arahkan kejenjang EQ, Dan IQ.. so… dr keduanya EQ Lebih utama.. jika kasus ini tjd lantas Guru Itu sbg APA Di skolah..? Perang guru utk Di GUGUH Dan Di TIRU.. spt APA…?
    kembali kpd guru kita semua .. jg Mereka manusia biasa. perlu proses mmg.. jika proses ini Baik utk oknum guru tsb ..baik jg Hingga proses Sesuai hukumnya yg pantas..
    terlebih guru honor .. mmg blm matang .. Sisi ini muda2 han mjd pertimbangan…

    Jauh Sd kita Hari ini krn guru… Guru adl pendidik formal guru jg orgtua… dan anak murid punya orgtua.. yg jg adl pendidik informal..
    Semoga guru2 yg lain tdk terkena dampak kasus ini.

    Salam juang Guru2 Hebat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here