Ketua DPW Partai NasDem Papua, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, mengungkapkan, pendaftaran yang sudah berlangsung selama tiga hari sejak Sabtu (2/11/2019) hingga Senin (4/11/2019) itu sudah ada 78 pasangan bakal calon (Balon) Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang telah mendaftar di Partai NasDem untuk bertarung dalam Pilkada Serentak tahun 2020 di 11 kabupaten di Provinsi Papua. (Irfan / lintaspapua.com)

Guna Menjaring Balon Bupati dan Wakil Bupati, NasDem Gandeng Delapan Lembaga Survei

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Sebanyak 78 pasangan bakal calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati di 11 kabupaten di Provinsi Papua mendaftar di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Papua untuk bertarung di Pilkada Serentak tahun 2020 mendatang.

 

Pembukaan pendaftaran Balon Kepala Daerah periode 2020-2025 ini, resmi dibuka oleh DPW Partai NasDem Papua bagi 11 DPD Partai NasDem di 11 kabupaten di Provinsi Papua sejak tiga hari lalu mulai Sabtu (2/11/2019) hingga Senin (4/11/2019), di Suni Garden Lake Hotel and Resort, Hawaii, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

 

Ketua DPW Partai NasDem Papua, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, mengungkapkan, pendaftaran yang sudah berlangsung selama tiga hari sejak Sabtu (2/11/2019) hingga Senin (4/11/2019) itu sudah ada 78 pasangan bakal calon (Balon) Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang telah mendaftar di Partai NasDem untuk bertarung dalam Pilkada Serentak tahun 2020 di 11 kabupaten di Provinsi Papua.

 

“Jadi, dari total semua ada 78 pasangan calon bupati dan wakil bupati. Sudah tiga hari kita buka pendaftaran yang dimulai sejak hari Sabtu (2/11) hingga hari Senin (4/11) ini dari 11 kabupaten untuk Pilkada Serentak 2020 nanti,” ungkap Mathius Awoitauw, SE, M.Si, ketika menjawab pertanyaan wartawan harian ini, Senin (4/11/2019) kemarin siang, di Suni Garden Lake Hotel and Resort, Hawaii, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

 

Selain itu, kata Mathius pihaknya juga sudah menggandeng pihak akademisi dalam hal ini Universitas Cenderawasih (Uncen) sebagai panelis dalam tahapan seleksi calon Bupati dan Wakil Bupati 2020 dan akan memberikan rekomendasi kepada NasDem terkait kandidat yang akan dipilih.

 

“Kita gunakan tim Uncen sebagai panelis dalam tahapan seleksi. Jadi, semua kabupaten dengan pasangan calonnya juga semua ikut hadir membawa dokumen masing-masing, guna meyakinkan serta membantu DPW dalam melakukan proses seleksi atau fit and propert test,” imbuh Mathius.

 

“Dengan adanya hal itu, maka hari ini (kemarin) adalah tahapan fit and propert test dan juga penyampaian strategi pemenangan oleh bakal calon. Pertama, mereka harus menjelaskan program-program unggulan yang ada di daerahnya, kemudian yang kedua itu mereka juga harus menjelaskan strategi pemenangan. Yang mendaftar ke NasDem ini jumlahnya banyak. Ini perlu diapresiasi, ternyata NasDem begitu diminati dan ini sungguh luar biasa. Karena mereka bisa bertahan hingga jam 10 malam mulai dari hari pertama hingga hari kedua,” sambungnya.

 

Mathius menyebutkan banyaknya bakal calon kepala daerah yang mendaftar ke Partai NMasDem menandakan NasDem yang merupakan partai baru di dunia perpolitikan Indonesia ini sangat diperhitungkan.

 

Menurutnya, hal tersebut wajar karena NasDem keluar sebagai pemenang di Provinsi Papua pada Pemilu Serentak 2019 lalu, sehingga menjadi incaran sejumlah bakal calon yang ingin bertarung di Pilkada 2020 nanti.

 

“Kita usung bukan untuk kalah, tetapi harus menang dan tanpa mahar lagi. Dalam proses ini, kita berharap di akhir tahun ini sudah bisa tuntas. Jadi, DPP sudah memikirkan lagi untuk menentukan satu di antara tiga yang di usulkan dari DPW. Kita bisa bayangkan dari 78 pasangan bakal calon yang mengikuti wawancara itu sudah cukup lumayan untuk di 11 kabupaten. Nanti akan muncul satu pasangan saja untuk setiap satu kabupaten, sehingga nanti semua totalnya hanya 11 pasangan calon saja yang telah tiga hari mengikuti seleksi ini,” tuturnya.

 

NasDem Gandeng Delapan Lembaga Survei Nasional

 

DPW Partai NasDem Papua tak main-main dalam rangka menyambut gelaran Pilkada 2020. Guna merebut kursi kepala daerah dan wakil kepala daerah di 11 kabupaten di Provinsi Papua, partai besutan Surya Paloh ini sudah menyiapkan delapan lembaga survei berskala nasional untuk membantu dalam pemenangan.

 

Lanjut Mathius mengatakan, bahwa partai NasDem serius untuk memenangkan Pilkada 2020. Karena itu, di dalam proses penjaringan tidak hanya sebatas membuka pendaftaran saja, tetapi juga menggelar kajian secara ilmiah.

 

Menurut dia, kajian ini dibutuhkan untuk menemukan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang benar-benar dikehendaki masyarakat.

 

“Jadi, tergantung dari teman-teman tim panelis yang menilai siapa yang layak didukung. Kemudian juga ada dari hasil survei nanti yang menentukan, karena ini wajib melakukan survei terutama untuk di daerah-daerah pesisir oleh lembaga survei yang profesional dan mereka sendiri yang menentukan lembaga survei mana yang mereka akan gunakan. Kita juga sudah membantu mereka dengan menyiapkan delapan lembaga survei yang profesional berskala nasional yang bisa dipilih oleh mereka,” kata Mathius.

 

“Karena informasi dari lembaga survei ini sangat penting, supaya membantu kita untuk menentukan pilihan terhadap proses penjaringan kali ini. Dengan adanya survei ke masyarakat, sehingga dengan turun langsung maka diketahui sosok pemimpin yang diinginkan rakyat seperti apa,” tambahnya.

 

Pria yang juga sebagai Bupati Jayapura 2 Periode ini menyatakan, pelaksanaan survei tidak hanya pada saat penjaringan. Saat calon ditetapkan, untuk pemenangan juga masih membutuhkan konsultasi dari lembaga yang berkompeten. “Kami tidak main-main karena sudah ada delapan lembaga survei berskala nasional yang akan digunakan untuk pemenangan,” katanya.

 

“Dengan adanya hal tersebut, maka tahapan penyampaian visi misi, fit propert and test serta penyampaian strategi pemenangan oleh bakal calon, dengan melibatkan pihak akademisi dan delapan lembaga survei nasional, Partai NasDem melakukan hal baru dalam proses penjaringan kali ini,” imbuhnya menambahkan.

 

Selain itu, dirinya menambahkan, setelah ini penetapan tiga nama bakal calon untuk merekomendasikan ke tingkat DPP, kemudian dilanjutkan penyerahan berkas ke DPP Partai NasDem yang direncanakan pada pertengahan bulan November 2019 ini.

 

“Politik tanpa mahar tetap menjadi branding dan juga platform perjuangan Partai NasDem,” tutup Mathius Awoitauw. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here